Eksistensi Manusia dan Potret Periklanan

Eksistensi Manusia dan Potret Periklanan
©Levelon Digital

“Apakah eksistensi manusia terkait erat dengan potret periklanan?”

Diskursus kehidupan manusia masa kini dipenuhi dengan berbagai macam tawaran yang tidak terelakkan. Manusia melakukan sesuatu berdasar pada apa yang ada atau tren dengan kehidupan saat ini.

Manusia seolah-olah terhipnotis dengan kebudayaan serba menarik, yakni iklan. Gerak dan daya juang yang tradisional telah memasuki sebuah babak baru dalam dunia dan manusia dilimit poin-poin yang tidak kala saingnya dengan realitas yang sesungguhnya. Terlebih lagi kesadaran manusia diformat dengan iklan yang menjanjikan sejuta janji muluk.

Periklanan adalah bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam dunia modern yang penuh dengan pesan-pesan komersial, periklanan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial kita. Iklan menghiasi media massa, situs web, jalan raya, dan bahkan ponsel pintar kita.

Pertanyaannya adalah, apakah eksistensi manusia terkait erat dengan potret periklanan? Apakah periklanan merupakan keharusan dalam masyarakat kontemporer? Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi hubungan antara eksistensi manusia dan periklanan, serta apakah periklanan benar-benar merupakan suatu keharusan.

Eksistensi manusia melibatkan berbagai aspek, seperti fisik, emosional, intelektual, dan sosial. Di tengah kompleksitas ini, periklanan berperan sebagai cermin sosial yang mencerminkan nilai-nilai, aspirasi, dan preferensi manusia.

Periklanan memiliki kemampuan untuk memengaruhi tindakan, pandangan, dan penilaian kita tentang dunia sekitar. Namun, pertanyaan utama adalah sejauh mana periklanan memengaruhi eksistensi manusia.

Pertama-tama, periklanan menciptakan kebutuhan dan keinginan. Iklan seringkali mempromosikan produk dan gaya hidup yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Oleh karena itu, periklanan dapat memengaruhi keputusan kita dalam membeli produk atau jasa tertentu, yang pada gilirannya memengaruhi aspek fisik eksistensi manusia.

Baca juga:

Terlepas dari kritik yang sering diajukan tentang iklan yang memicu konsumerisme berlebihan, periklanan juga memberikan kita akses ke informasi tentang produk dan layanan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kita.

Periklanan juga berperan dalam memengaruhi aspek emosional eksistensi manusia. Iklan sering kali menggunakan pesan-pesan yang membangkitkan emosi, seperti kebahagiaan, cinta, atau rasa percaya diri.

Dalam hal ini, periklanan memainkan peran penting dalam membentuk persepsi kita tentang diri sendiri dan hubungan sosial kita. Namun, periklanan juga dapat menjadi kontroversial ketika memanipulasi emosi kita untuk kepentingan komersial.

Selain itu, periklanan memiliki dampak signifikan dalam aspek intelektual eksistensi manusia. Iklan dapat memperluas pengetahuan kita tentang produk dan layanan yang ada di pasaran. Namun, periklanan juga memicu pertanyaan tentang integritas informasi yang disajikan dalam iklan.

Oleh karena itu, kemampuan kita untuk menggali informasi yang tepat dan kritis menjadi kunci dalam menghadapi periklanan.

Dalam aspek sosial, periklanan menciptakan budaya konsumen yang mempengaruhi norma dan nilai sosial kita. Iklan juga berperan dalam membangun citra perusahaan dan merek, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pandangan kita tentang keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun, apakah periklanan benar-benar merupakan keharusan dalam eksistensi manusia? Jawabannya mungkin tergantung pada sudut pandang. Beberapa berpendapat bahwa periklanan adalah salah satu pilar ekonomi dan media yang penting.

Periklanan memberikan pekerjaan kepada ribuan orang, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memungkinkan komunikasi efektif produk dan layanan kepada konsumen.

Periklanan bisa menjadi ancaman bagi nilai-nilai etika dan moral. Iklan sering kali mendorong konsumerisme berlebihan, menciptakan stereotip yang merugikan, dan memanipulasi emosi konsumen. Oleh karena itu, beberapa berpendapat bahwa periklanan perlu kita atur lebih ketat.

Baca juga:

Untuk merangkum, eksistensi manusia dan potret periklanan memiliki hubungan kompleks. Periklanan memengaruhi berbagai aspek eksistensi manusia, mulai dari fisik, emosional, intelektual, hingga sosial. Namun, apakah periklanan adalah sebuah keharusan adalah perdebatan yang terus berlanjut.

Kita perlu mempertimbangkan secara kritis peran periklanan dalam masyarakat kita, serta bagaimana kita dapat mengatur dan mengontrolnya agar sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral kita. Dalam akhirnya, periklanan adalah bagian integral dari budaya kita, dan pertanyaan tentang eksistensi manusia dan periklanan akan terus menjadi topik diskusi yang menarik dan relevan.

Dalam menghadapi periklanan, penting bagi kita untuk mempertimbangkan sejumlah langkah kritis yang dapat membantu menjaga keseimbangan antara eksistensi manusia dan dampak periklanan. Berikut adalah beberapa saran untuk memahami dan mengatasi tantangan yang muncul sehubungan dengan periklanan:

(a). Kesadaran Konsumen: Salah satu langkah penting adalah meningkatkan kesadaran konsumen tentang teknik-teknik periklanan yang memengaruhi keputusan pembelian. Konsumen yang lebih sadar akan lebih mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang objektif daripada terpengaruh oleh pesan-pesan emosional dalam iklan.

(b). Regulasi Periklanan: Pemerintah dan badan regulasi periklanan dapat berperan dalam mengatur industri periklanan untuk memastikan iklan yang etis dan jujur. Menerapkan peraturan yang ketat terhadap iklan yang menyesatkan atau tidak etis dapat membantu melindungi konsumen dan menjaga keseimbangan antara eksistensi manusia dan dampak periklanan.

(c). Sosial dan Tanggung Jawab Lingkungan: Konsumen dan perusahaan dapat bersama-sama berperan dalam mempromosikan periklanan yang lebih bertanggung jawab sosial dan lingkungan. Ini termasuk mendukung perusahaan yang berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan dan mendukung iklan yang mempromosikan nilai-nilai positif.

Maka kita dapat menyimpulkan bahwa; eksistensi manusia dan periklanan saling terkait dalam masyarakat kontemporer. Periklanan memiliki potensi untuk memengaruhi berbagai aspek eksistensi manusia, baik positif maupun negatif.

Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang periklanan, mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi dampak negatif, dan menggunakan periklanan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial dan lingkungan yang lebih besar. Dengan demikian, kita dapat menjaga keseimbangan yang sehat antara eksistensi manusia dan periklanan dalam dunia yang terus berubah.

Krisanto Lafu Babu
Latest posts by Krisanto Lafu Babu (see all)