Eksistensi Pancasila Membangun Jati Diri Bangsa

Eksistensi Pancasila Membangun Jati Diri Bangsa
Ilustrasi: Menjaga Pancasila

Salah satu alasan mengapa eksistensi Pancasila masih tetap eksis adalah karena Pancasila digali dari nilai yang ada di masyarakat, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Melihat perkembangan globalisasi yang nampak begitu cepat turut mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, terutama masyarakatnya. Globalisasi tidak lepas dari daya saing global karena hal tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kemajuan suatu entitas tertentu, termasuk negara.

Dan tak mau ketinggalan, segala bentuk kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang ada dan baru senantiasa berusaha diikuti oleh bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan bahwa manusia adalah makhluk yang terus maju dan bergerak sesuai dengan perubahan zaman, yaitu globalisasi.

Keinginan kita untuk selalu maju agaknya tak sedikit berdampak dan membawa pengaruh bagi bangsa Indonesia itu sendiri, baik itu berupa dampak positif maupun negatif dalam perkembangannya. Selanjutnya, bagaimana caranya agar tidak terkontaminasi dari sisi negatif globalisasi, yaitu mengambil sisi positif dari arus globalisasi tersebut. Adalah Pancasila tampil sebagai filter dalam menyaring setiap pengaruh yang masuk dan disesuaikan dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia.

Jika kita melihat posisi Pancasila sangatlah rawan terhadap gangguan, baik itu dari pihak dalam dan luar. Memang secara formal, Pancasila tetap diakui oleh segenap masyarakat bangsa Indonesia sebagai ideologi.

Tetapi, jika dilihat dalam tataran aplikatifnya, perilaku masyarakat banyak yang mengalami pergeseran nilai. Dan secara tidak langsung hal tersebut membuat masyarakat perlahan-lahan melupakan bahkan menanggalkan Pancasila sebagai ideologi. Ironis, bukan?

Sebagai contoh adalah banyaknya generasi pemuda yang terlalu mengagung-agungkan budaya barat, serta terjadinya penyimpangan yang menunjukkan buruknya moral generasi pemuda dan lunturnya nilai Pancasila dalam diri generasi pemuda Indonesia.

Selanjutnya, permasalahan yang muncul belakangan ini adalah tawuran antarsekolah yang menunjukkan bahwa pemuda sekarang sudah tidak memiliki sikap toleransi, tenggang rasa, dan sikap saling menghargai, dan juga banyaknya perilaku bullying, rasisme, serta diskriminasi.

Dengan  melihat dari permasalahan di atas, fakta dan kenyataan yang ada di masyarakat bangsa Indonesia bahwa perlunya penyadaran akan arti penting Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Salah satu alasan mengapa Pancasila masih tetap eksis adalah karena Pancasila digali dari nilai yang ada di masyarakat, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Dan sebenarnya ada atau tidak adanya Pancasila, nilai tersebut pun memang sudah ada di masyarakat bangsa Indonesia. Sebagai contoh, ketika umat Kristen beribadah ke gereja, dasar mereka melakukan ibadah adalah ketaatan terhadap ajaran agama, bukan karena Pancasila. Namun, melaksanakan ibadah secara tidak langsung mengamalkan sila pertama. Demikian juga dengan pengalaman sila-sila yang lain, masyarakat pada dasarnya mengamalkan Pancasila secara langsung.

Pancasila merupakan jiwa, kepribadian, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Kenyataan sejarah bahwa Pancasila merupakan kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa Indonesia bersatu. Pancasila dijadikan ideologi dikarenakan Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional.

Pancasila juga telah membuktikan dan teruji kokoh sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Tanpa adanya Pancasila, maka tidak ada Indonesia.

Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Ir. Soekarno pada saat berlangsung sidang Badan Peyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (BPUPKI). Dengan demikian, eksistensi Pancasila dari zaman dahulu hingga zaman  globalisasi sangat tergantung dari nilai masyarakat dan pengamalan masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Jika nilai dari Pancasila tersebut tetap tumbuh  dan bertahan, maka eksistensi Pancasila akan terus berlanjut. Tetapi, sebaliknya, jika nilai tersebut mengalami pergeseran, besar kemungkinan nilai tersebut akan runtuh dan hilang.

Oleh sebab itu, perlu adanya  pemahaman dan penerapan nilai Pancasila sebagai dasar, pandangan hidup, dan ideologi sekaligus benteng diri. Kondisi ini sesuai dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, adat istiadat, bahkan warna kulit sekalipun, tetapi, walaupun demikian dengan adanya perbedaan mutlak dipersatukan.

___________________

Artikel Terkait:
Latest posts by Rina Oktafia Putri (see all)