Eksistensi YouTube sebagai Media Dakwah Masa Kini

Eksistensi YouTube sebagai Media Dakwah Masa Kini
©Avaas

Di sini dapat terlihat jelas eksistensi YouTube sebagai media dakwah masa kini.

Seiring dengan perkembangan zaman yang makin maju, teknologi dan komunikasi berkembang pesat bahkan menjadi suatu kebutuhan penting bagi kalangan mana pun. Kini, banyak bermunculan teknologi canggih yang diciptakan manusia sebagai sebuah inovasi dengan tujuan memudahkan segala pekerjaannya.

Dengan adanya kemajuan teknologi dan komunikasi terutama pada era globalisasi saat ini, tak dapat dimungkiri dapat mengubah bagaimana cara masing-masing individu dalam berinteraksi tanpa perlu ruang dan waktu yang sama. Salah satunya melalui media sosial, karena media sosial telah menjadi suatu fenomena yang mengglobal dan menjadi sebuah kebutuhan pokok terutama di masa pandemi Covid-19, karena merupakan wabah penyakit yang menjadi perhatian khusus bagi seluruh masyarakat dunia.

Berbicara mengenai media sosial, siapa di zaman sekarang yang tidak memiliki media sosial? Tentu mayoritas masyarakat dunia terutama masyarakat Indonesia memiliki media sosial, meskipun masih ada sebagian dari individu yang tidak paham mengenai media sosial.

Media sosial adalah media daring yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi jarak jauh. Tak hanya itu, media sosial juga digunakan untuk mendapatkan sebuah informasi melalui perangkat aplikasi khusus dengan menggunakan jaringan internet yang disokong oleh teknologi multimedia yang kian canggih.

Banyak kalangan menggunakan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi secara virtual, baik untuk bersosialisasi maupun mencari dan mendapatkan informasi serta menciptakan konten yang bermanfaat. Media sosial yang saat ini populer dan sering digunakan misalnya YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi.

Kemunculan media sosial memberi manfaat tersendiri karena mudah digunakan tak harus individu yang berbasis ilmu teknologi (IT) yang bisa mengakses; selain itu, ringkas, cepat, dan sederhana serta jangkauannya global.

Salah satu media sosial yang menarik dan mudah diakeses pada masa kini ialah YouTube, karena YouTube merupakan media sosial yang dimanfaatkan para pengguna sebagai media untuk berbagi konten video, mencari berbagai informasi melalui kanal yang ada, bahkan dapat membuat kanal sendiri.

Berawal dari kanal tersebut, berbagai informasi seperti pada perangkat televisi, namun dikemas dalam media sosial yang terkenal dengan sebutan channel YouTube. Dari situlah kini YouTube dimanfaatkan dalam berbagai hal positif, salah satunya ialah  media berdakwah yang disajikan dalam bentuk video ceramah yang dirangkai semenarik mungkin.

Baca juga:

YouTube bisa menjadi media yang tepat dan efektif untuk berdakwah di masa kini. Konten dakwah di YouTube merupakan hal yang menarik, karena menjadi pembaruan dalam berdakwah dengan didasari metode yang tepat dan pas. Dengan berdakwah melalui YouTube, tentunya sasarannya akan lebih luas karena mengingat bahwa pengguna YouTube berasal dari berbagai kalangan dan usia.

Dakwah melalui media sosial seperti YouTube ini juga bisa lebih diterima dengan baik dan ikhlas. Hal yang mendasari ini, karena orang-orang yang memiliki akun YouTube dengan senang hati menerima ajaran agama yang disampaikan karena mereka dapat melihat, mendengar, bahkan membaca tidak harus secara langsung tetapi virtual, sehingga akan mempermudah bagi mereka yang mempunyai kesibukan tersendiri tetapi ingin belajar agama dan menjadikan masyarakat lebih mudah menerima suatu ajaran agama.

Selain itu, pada masa kini banyak masyarakat yang ingin dakwah dengan wajah yang berbeda. Maka, harus memiliki strategi agar pesan dakwah yang disampaikan dapat tersampaikan. Seperti pemahaman mengenai agama yang mudah dipahami, ringan dan pembahasan persoalan agama mengikuti zaman serta terpenting memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan.

Konten dakwah yang pertama kali saya lihat di YouTube adalah konten dakwah dari pemilik akun YouTube Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya. Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya telah mengubah kesan youtube yang dinilai sebagai media untuk berbagi video cerita pengalaman pribadi saja, tetapi  menjadi lahan subur untuk berdakwah.

Sebenarnya tidak banyak anak muda yang bisa memanfaatkan peluang dan memiliki semangat berdakwah melalui media sosial, sebagaimana yang dilakukan Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya.

Cara Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya dalam berdakwah juga variatif. Videonya berisikan konten-konten keseharian yang memotivasi tetapi tetap terselip nilai agama seperti hadis Nabi, fikih dasar, kalam ulama, serta hal-hal yang berbau agama dan edukatif lainnya.Terkadang Kartika Putri juga menjawab berbagai pertanyaan mengenai persoalan-persoalan agama dari followersnya bersama Habib Usman Bin Yahya. Karena videonya berhasil menembus beranda YouTube dan kini telah memperoleh 1,37 juta followers dengan nama channel YouTube Kartika Putri Official.

Di sini dapat terlihat jelas eksistensi YouTube sebagai media dakwah masa kini, YouTube sebagai salah satu media yang efektif untuk menyampaikan berbagai informasi. Karena melalui YouTube berbagai pesan dan informasi dapat tersampaikan ke audensi dengan jangkauan yang luas termasuk berdakwah.

Dapat kita lihat keduanya memiliki sasaran yang sama. Baik YouTube maupun dakwah memiliki segmentasi khalayak yang beragam, serta YouTube dan dakwah memiliki kebutuhan silang atau saling berkaitan.

Kemudian di samping banyak manfaat dari YouTube, kita tahu bahwasanya di balik banyaknya manfaat pasti ada dampak negatif di dalamnya. Berdampak positif atau berdampak negatif media sosial merupakan pilihan dari diri kita sendiri. Ketika kita melihat dari sisi positifnya, seorang pendakwah kini tidak perlu susah payah dalam menyebarkan ajaran agama Islam apalagi di saat kondisi pandemic seperti ini, karena kini bisa membagikan ilmu agamanya melalui media sosial. Meskipun dalam berdakwah dikemas dalam bentuk yang berbeda, namun perlu digarisbawahi semangat berdakwah harus tetap sama.

Baca juga:
    Setiya Eka Puspitasari