Erick Thohir Cawapres 2024 Pendongkrak Elektabilitas

Erick Thohir Cawapres 2024 Pendongkrak Elektabilitas
©Republika

Nalar Warga – Posisi elektabilitas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres 2024) makin hari makin kuat. Temuan hasil survei Indikator Politik Indonesia baru-baru ini menempatkan posisi elektabilitas Erick Thohir merangsek masuk 5 besar daftar cawapres teratas dengan raihan 6,4 persen.

Pada simulasi 12 nama cawapres, tingkat elektabilitas Erick Thohir (10,2 persen) ada di bawah Sandiaga Uno (30,6 persen) dan Ridwan Kamil (13,2 persen). Sedangkan simulasi 9 nama, Erick Thohir (12,8 persen) berada di bawah Sandiaga Uno (37,1 persen).

Survei Indikator Politik Indonesia merilis tiga nama elektabilitas calon presiden. Pertama Prabowo Subianto (35,5 persen), kemudian disusul Ganjar Pranowo (30,0 persen) dan terakhir Anies Baswedan (23,7 persen).

Fakta yang menarik dalam survei ini, Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa posisi elektabilitas calon wakil presiden menjadi penentu naik atau turunnya dukungan atas capres dan cawapres nantinya.

Erick Thohir dan Sandiaga Uno termasuk cawapres pendongkrak elektabilitas, sedangkan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto justru men-downgrade elektabilitas. Hal ini bisa dilihat dari simulasi skenario pasangan capres-cawapres.

Pada skenario pasangan Anies-Erick, tingkat elektabilitas Anies yang dari semula cuma 23,7 persen menjadi 28,2 persen. Di titik ini, Erick Thohir memberikan kontribusi signifikan terhadap elektabilitas Anies Baswedan yang naik sekitar 5 persen.

Pada skenario pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir, Erick meningkatkan elektabilitas Ganjar dari Semula 30,0 persen menjadi 31,1 persen. Setidaknya, elektabilitas Ganjar naik sekitar 1 persen dari semula. Itulah sebabnya Erick Thohir disebut sebagai cawapres potensial pendongkrak elektabilitas.

Sebaliknya, pada skenario pasangan Prabowo-Puan, tingkat elektabilitas Prabowo justru turun dari semula 35,5 persen menjadi 29,6 persen dan 28,1 persen.

Begitu pula dengan cawapres Airlangga Hartarto. Pada skenario pasangan Ganjar-Airlangga, elektabilitas Ganjar justru turun dari semula 30,0 persen menjadi 28,8 persen.

Dari gambaran hasil survei Indikator Politik Indonesia, kita dapat melihat betapa pilihan cawapres sangat menentukan peta politik 2024. Karena sejauh ini konstelasi capres masih sama-sama kuat. Dengan kata lain, yang dapat mengubah peta elektoral adalah cawapres.

*DemetrLessy

Baca juga:
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)