Federasi Pelaku Usaha Ini Kawal UU Cipta Kerja untuk Indonesia Poros Maritim Dunia

Federasi Pelaku Usaha Ini Kawal UU Cipta Kerja untuk Indonesia Poros Maritim Dunia
©Pikiran Rakyat

Nalar Politik – Dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Federasi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Indonesia (FERPUKPI) menyatakan siap untuk mengawal.

Utamanya untuk sektor kelautan dan perikanan, pihaknya mendukung UU Cipta Kerja yang bercita-cita mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya pangan hasil laut.

“Jangka pendeknya, mengawal regulasi kelautan dan perikanan sesuai UU Cipta Kerja agar mudah, transparan, dan konsisten terhadap pengelolaan usaha hasil laut kita,” kata Ketua Umum FERPUKPI, Kris Budiharjo, saat deklarasi di Jakarta, Sabtu (12/11).

Pihaknya merasa harus mengawal UU Cipta Kerja lantaran aturan terkait kelautan dan perikanan selama ini sangat tumpang-tindih tidak jelas. Utamanya di bidang pengurusan izin, setiap aturan tidak boleh sekadar sesuai dengan kemauan para pejabat pemerintahan saja, melainkan harus berbasis pada kepentingan nasional dan dunia usaha.

“UU Cipta Kerja dalam usaha kelautan ini sangat menguntungkan karena izin akan satu pintu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).”

Selain itu, federasi pelaku usaha ini turut pula akan mengawal aturan turunan dari UU Cipta khusus sektor kelautan dan perikanan seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri.

Pihaknya berharap implementasi UU Cipta Kerja beserta aturan-aturan turunan yang lain bisa benar-benar sesuai amanat menyejahterakan rakyat.

“Menjadikan pelaku usaha bukan objek kebijaksanaan pemerintah semata, tetapi menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia serta dalam pengelolaan hasil kelautan dan perikanan yang berkesinambangun.”

Adapun upaya untuk jangka panjangnya, FERPUKPI juga mengatakan siap membantu pemerintah memperkuat jaringan internasional dalam pemasaran hasil laut Indonesia.

Untuk itu ia berharap, semua asosiasi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan agar segera bergabung dengan FERPUKPI. Sampai dideklarasikannya, sudah ada 12 asosiasi terkait yang terlibat di dalamnya. [we]