Filosofi Berburu Harimau

Filosofi Berburu Harimau
Ahok & Fifi

Kalau hendak berburu harimau, harus mengajak saudara kandung. Filsafat Tiongkok kuno ini sering bapak lontarkan kepada kami putra-putrinya. Terutama setelah bapak menerima warga yang memang kerap datang untuk melaporkan persoalan yang mereka hadapi.

Di kampung halaman kami, bapak memang terkenal sebagai tokoh. Sehingga tak jarang warga yang menghadapi suatu masalah datang menemui bapak untuk ikut menyelesaikannya.

Jika bapak kedatangan tamu, umumnya, bapak akan meminta anak-anaknya untuk meninggalkan ruangan. Apalagi jika kedatangan itu hendak membicarakan masalah masyarakat.

Sebagai anak-anak, tentu saja kami pun harus masuk ke dalam ruang keluarga dan tidak boleh mendengarkan pembicaraan bapak dengan tamu-tamunya. Apalagi jika pembahasannya seputar masalah kehamilan di luar nikah.

Tetapi bapak menerapkan beberapa pengecualian. Ia masih memberikan kami izin mendengarkan seluruh pembicaraan dari balik ruangan dengan syarat tidak boleh berkomentar.

Setelah itu, masalah yang telah kami dengar akan kami kembali di meja makan. Di saat pembahasan di meja makan itulah bapak kerap mengungkapkan filsafat Tiongkok kuno: kalau mau berburu harimau, harus mengajak saudara kandung.

Awalnya kami sempat kebingungan dan bertanya apa makna di balik filsafat itu. Tapi bapak tak membiarkan kami kebingungan.

Bapak menjelaskan bahwa ketika kita kawanan harimau mengelilingi dan siap menerkam, kemungkinan terbesar adalah kawan seperburuan kita akan menyelematkan dirinya terlebih dahulu. Sekalipun hal itu berarti meninggalkan kita bersama dengan kawanan harimau ganas.

Baca juga:

Tetapi berbeda jika saudara sekandung yang menjadi kawan seperburuan kita. Sekalipun jumlah harimau ganas begitu banyak dan siap menerkam, tetap saja dia tidak akan lari. Karena lari berarti kehilangan saudara sekandung.

Analogi tersebut berlaku ketika berhadapan dengan masalah hukum formal di tengah karut-marutnya pemerintahan yang korup. Untuk menghadapi kejahatan politik itu, kita membutuhkan saudara sekandung dengan kapasitas sebagai pengacara.

Contohnya, jika mengalami permasalahan hukum, pengacara bayaran tidak akan mengkhianati kita. Cerita ini menginspirasi adik perempuan saya. Sehingga akhirnya dia memutuskan mengambil bidang hukum dan berhasil lulus dari Universitas Indonesia dan melanjutkan studi di Melbourne University.

Keputusan adik saya ini mendapat dukungan penuh dari orang tua. Apalagi, sebelumnya dalam setiap kesempatan pembahasan suatu masalah di meja makan, bapak mengetahui adik perempuan saya memiliki potensi menjadi seorang pengacara. Karena ia sepertinya yang paling cerdas untuk memahami berbagai sengketa dan persoalan-persoalan kompleks.

Kini, adik perempuan saya itu berpraktik sebagai pengacara. Pada saat tulisan ini say buat, dia telah memutuskan akan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Pangkal Pinang untuk periode 2008-2013.

Keputusan ini ia ambil setelah kasus pembongkaran pasar tradisional oleh wali kota secara sewenang-wenang. Kebetulan komunitas pedagang pasar tradisional menunjuk adik saya sebagai penasihat hukum korban penggusuran.

Fenomena penggusuran paksa itu mengingatkan kami akan ungkapan Tiongkok kuno yang juga sering bapak saya kutip: orang miskin jangan melawan orang kaya; orang kaya jangan menentang pejabat. Jadi, untuk menantang wali kota, “terpaksa” harus menjadi wali kota agar mampu membela hak pedagang pasar tradisional.

Bapak saya juga memiliki perhatian di bidang pengembangan pariwisata. Karena itulah beliau mendorong adik ketiga saya, Harry Basuki, agar mau mengembangkan bisnis pariwisata eks penambangan timah berupa danau-danau tambang.

Baca juga:

Untuk itu, adik saya bersekolah sampai ke Swiss. Harry Basuki adalah lulusan sekolah hotel HIM dari sekolah perhotelan di Swisszerland.

Sebelum bapak meninggal, beliau juga berpesan agar adik ketiga saya dapat menamatkan jenjang pendidikan S2. Adik melakoni itu dengan bersekolah ke Australia dan lulusan master dari sekolah wisata Lismore, Sidney di Australia mengenai wisata bahari.

Kini ia bekerja sebagai praktisi/konsultan di bidang pariwisata dan perhotelan yang membuka usaha di Jakarta dan Bali. [sumber]

Ahoker
Latest posts by Ahoker (see all)