Filsafat sejak Dini

Filsafat sejak Dini
©FB

Mengapa belajar Filsafat sejak dini itu penting bagi masa depan anak-anak kita?

Filsafat adalah induk pengetahuan. Saya baru tahu itu sejak duduk di bangku kuliah. Hari ini, saya makin memantapkannya dengan melihat kembali tes-tes potensi akademik bagi calon mahasiswa yang akan masuk ke perguruan tinggi.

Kebetulan saya punya 2 orang anggota keluarga yang sedang mempersiapkan diri untuk itu. Bersama dan berkat merekalah saya kembali belajar, hingga menemukan bukti bahwa ternyata orang hanya butuh satu pengetahuan dasar saja dalam menghadapinya.

Ya, dengan Filsafat, menjawab tes-tes potensi akademik terasa sangat mudah. Walau tidak disebut secara eksplisit sebagai tes kefilsafatan, bidang-bidang yang dipersoalkan seperti Bahasa dan Matematika adalah anak-anak dari induk pengetahuan tersebut.

Contoh: tes verbal (seputar sinonim, antonim, dan analogi); tes kuantitatif (perkara numerik); tes penalaran (kemampuan logika). Adakah di antaranya yang keluar dari konteks pengetahuan itu?

Daripada menuntut anak-anak Anda harus tamat ngaji hingga berpuluh-puluh kali, lebih baik biasakan mereka belajar Filsafat sejak dini. Sungguh akan sangat repot jika waktu masuk perguruan tinggi telah tiba dan mereka harus menghadapinya sendiri tanpa secuil pengetahuan itu. Percayalah.

Baca juga:
Latest posts by Maman Suratman (see all)