Ganjar Pranowo Capres Pilihan Pemilih Kritis; Temuan SMRC 2022

Ganjar Pranowo Capres Pilihan Pemilih Kritis; Temuan SMRC 2022
©Sinar Harapan

Nalar Politik – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali merilis temuan survei terbarunya. Temuan kali ini memperlihatkan bagaimana kecenderungan pilihan pemilih kritis terhadap calon-calon presiden bila pemilu terselenggara di waktu survei.

Pendiri SMRC Saiful Mujani menjelaskan, pemilih kritis adalah pemilih yang punya informasi lebih baik tentang berbagai isu nasional, seperti isu politik, ekonomi, dan pembangunan. Mereka relatif mengikuti isu-isu tersebut secara nasional sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan ketika menilai dan kemudian memilih seorang calon presiden.

“Pemilih kritis biasaya adalah warga perkotaan atau kebanyakan warga yang tinggal di daerah perkotaan. Pemilih kritis adalah warga yang relatif lebih berpendidikan, punya ponsel karena dengan ponsel mereka memungkinkan untuk mengakses berbagai informasi terkait masalah politik, pembangunan, dan sebagainya,” jelas Saiful Mujani dalam acara rilis dan diskusi hasil survei terbaru SMRC di kanal SMRC TV, 28 Februari 2022.

Oleh karena itu, menurut Saiful, mempelajari pemilih kritis menjadi sangat penting dan strategis dalam konteks pemilihan presiden dan pemilihan-pemilihan umum yang lainnya.

“Dalam kesempatan ini, kita di SMRC melakukan penelitian untuk menunjukkan seberapa penting pemilih kritis secara empiris; apakah betul pemilih kritis itu penting dan memberikan karakteristik tertentu dalam pilihan-pilihan terhadap presiden.”

Siapa yang punya basis pemilih kritis yang besar, tambahnya, maka orang tersebut punya basis yang kuat secara elektoral ke depan.

“Karena punya basis sosial yang tidak mudah dipengaruhi, tetapi sebaliknya justru akan memengaruhi pemilih-pemilih yang lain. Akan punya efek bola salju di dalam proses konstestasi pemilu yang akan berlangsung di negara kita tahun 2024 nanti.”

Untuk menganalisis karakteristik atau pilihan pemilih kritis, serta mengetahui preferensi masing-masing, SMRC melakukan beberapa pengukuran.

Baca juga:

“Yang pertama kita sebut dengan pengukuran top of mind atau jawaban spontan; lalu semi terbuka dengan memberikan banyak daftar nama untuk dipilih dan boleh memilih nama lain selain dari daftar yang kita tunjukkan; kemudian simulasi tertutup dengan sedikit nama,” jelas Direktur Riset SMRC, Deni Irvani.

Dalam pertanyaan spontan atau top of mind, SMRC memperoleh hasil di mana Ganjar Pranowo mendapat dukungan spontan 19,9 persen dari pemilih kritis, unggul signifikan dari calon-calon yang lain.

Di posisi berikutnya, Prabowo Subianto 10,4 persen yang seimbang dengan Anies Baswedan yang mendapat 9,8 persen. Nama-nama lain di bawah 5 persen, ada Ridwan Kamil 3,2 persen dan lain-lain.

“Di jawaban spontan ini, kita masih melihat ada cukup banyak pemilih yang belum bisa menyebutkan jawaban spontan yang jumlahnya mencapai 45,7 persen.”

Dalam simulasi semi terbuka 29 nama, ada sekitar 24 persen dari pemilih kritis yang belum tahu calon yang mau mereka pilih.

“Selanjutnya, kita bertanya pada responden dengan menunjukkan daftar nama, hasilnya konsisten dengan hasil jawaban spontan yang sebelumnya saya tunjukkan di mana Ganjar Pranowo tetap unggul dengan dukungan 26,8 persen, signifikan jaraknya dari nama-nama lain.”

Di posisi berikutnya ada Anies Baswedan 13,9 persen yang seimbang dengan Prabowo Subianto dengan elektabilitas 13,7 persen.

Halaman selanjutnya >>>