Genjot Infrastruktur, Indonesia Pulihkan Ekonomi

Genjot Infrastruktur, Indonesia Pulihkan Ekonomi

Nalar Politik – Di tengah kehebohan Covid-19 dan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Indonesia tetap bergerak menatap masa depan. Dalam hal ini, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur agar perekonomian Indonesia tetap stabil.

Sebagaimana pernah dijelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi), proyek ini adalah keharusan. Hal ini mengingat infrastruktur di Tanah Air masih sangat tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Membiarkan kondisi minimnya infrastruktur akan berdampak langsung pada membengkaknya biaya logistik.

“Ini yang menyebabkan daya saing kita tidak baik kalau dibandingkan dengan negara tetangga,” kata Jokowi.

Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi pemerintahan Jokowi selama ini dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dengan membangun infrastruktur, misalnya jalan tol yang mampu meningkatkan efisiensi waktu tempuh, maka pemerataan ekonomi akan tercipta.

“Ini luar biasa kalau selesai pada 2024,” tambahnya.

Saat ini, ada 4 (empat) pembangunan infrastruktur yang manfaatnya sudah bisa masyarakat rasakan. Pertama, Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 KM. Jembatan ini menghubungkan Kota Kendari dengan Kawasan Industri Kabupaten Konawe. Infrastruktur terbaru ini mampu memangkas dari jarak tempuh 30 menit menjadi hanya 3 menit.

Kedua, Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 KM. Tol ini menghubungkan Ibu Kota Provinsi Riau dan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan.

Ketiga, tol terpanjang di Sulawesi yang terletak di antara Manado dan Bitung. Tol ini mengintegrasikan kawasan industri dengan pariwisata. Tol ini juga mampu membuka peluang investasi serta lapangan pekerjaan.

Keempat, Bandara International Yogyakarta seluas 219 M persegi. Inilah desain bandara terbaik di Indonesia yang mampu menampung 20 juta penumpang per tahun.

Baca juga: