Genosida terhadap Penduduk Pribumi

Genosida terhadap Penduduk Pribumi
©BorobudurNews

Genosida terhadap Penduduk Pribumi

Persoalan tentang menjadi manusia merupakan tolok ukur dari keberadaan setiap elemen-elemen publik. Hal ini didasarkan pada keinginan manusia untuk mengetahui dan menguasai seisi dunia. Sosialitas manusia hanya menentukan eksistensinya, sedangkan menjadi manusia menunjukkan esensi dari manusia.

Kecakapan media visual sudah memasuki suatu tahap pemaksaan rasionalitas manusia semata. Pengalaman sebagai moral tertinggi dijadikan wayang ketika adanya peraduan antara yang lemah dan yang kuat. Jelas bahwa skill yang diperjuangkan demi kepenuhan bernalar menentukan siapa yang akan menjadi pemenang.

Bohir Menuju Borok

Entitas dari demokrasi adalah identitas. Lazimnya di bumi Indonesia, pemaknaan identitas merujuk pada kuantitas pemilik modal atau bohir. Sejarah tidak melupakan keberadaan tersebut, dan ternyata sudah menjadi prinsip moral kebaikan bersama.

Lantas mengapa ramah lingkungan namun tidak ramah sosial?

John Stuart Mill, dengan prinsip kegunaan, sangat menaruh perhatian pada pelbagai kemungkinan untuk bertindak dan tidak tahu alternatif mana yang dipilih. Komponen utamanya antara kesenangan atau pleasure dan perasaan sakit atau pain masih menjadi problem modern saat ini. Terkait moral, tentunya menunjukkan kelemahan dari teori Mill. Karena, tidak adanya pembagian manfaat yang mau digapai.

Bertolak dari keadaan Mill, kaum bohir justru menunjukkan suatu bentuk moral yang memungkinkan tercapainya kesejahteraan manusia-manusia Indonesia. Lemahnya sistem mengakibatkan strukturalisasi menjadi perhatian dari para kaum bohir. Kelemahan terbesar bukanlah pada sistem, melainkan pada pribadi, pengelolah, kepercayaan.

Ingat bahwa keburukan terjadi karena adanya kebaikan. Konsekuensi yang terjadi adalah esensi manusia ditentukan oleh uang, hukum tidak mengenal warna kulit, tetapi hukum mengenal warna uang.

Baca juga:

Don’t put all your eggs in one basket, slogan ini mau menunjukkan betapa lemahnya manusia Indonesia berhadapan dengan realitas alam. Sehingga setiap telur adalah permata bagi kaum bohir, seenaknya meletakkan di mana saja. Tentunya korupsi merupakan akar persoalan. Namun, jauh lebih dalam ialah ‘integritas diri dengan alam’. Konsep Rosseau tentang back to nature dapat menjadi referensi antara kesatuan diri dengan alam.

Dari keadaan tersebutlah bohir menjadi borok. Wabah mengerikan yang menyerang tuannya atas rumahnya sendiri. Borok karena manusia Indonesia masih tergantung dan berharap dari kaum bohir. Borok karena parah ibu dan anak terus ditelanjangi. Borok karena sebiji padi tidak berharga dari setumpuk harta.

Anak Bohir Adalah Paslon

Eksistensi parah paslon hingga saat ini belumlah menjadi dasar kemanusiaan. Kemanusiaan para paslon masih berada pada ‘hedonisme egoistik’, carilah nikmat bagi dirimu sendiri.

Gencatan parah kaum bohir adalah para paslon. Sasaran utama mereka ialah pemilu parlemen dan pemilu presiden.

Namun, lebih jauh lagi bahwa setiap partai, paslon, merupakan tempat yang memadai untuk menyimpan telur; modal. Soal rugi hal biasa, sedangkan soal untung sungguh luar biasa. Mengapa? Saat kaum bohir untung, maka segala bentuk kebijakan tidak terlepas dari kenikmatannya.

Secara empiris, keberadaan kaum bohir sudah sangat menyatu dengan kelemahan, kekurangan, dari manusia-manusia Indonesia. Menjadi asas praduga, mungkin ada paslon yang tanpa kerelaan, namun hanya karena tuntutan tertentu dioperasikan oleh parah kaum bohir.

Ketakutan ini lebih memakan sumber daya alam pada diri pemilu presiden. Sedangkan para parlemen tinggal menyesuaikannya saja. Konkritisasinya, petani dan lahan garapan makin sedikit, namun jumlah impor pupuk melebihi kapasitas petani dan lahan garapan.

Dengan demikian, kepercayaan menjadi titik penentu demi suatu garis lurus kesejahteraan bersama dalam rumah bersama. Menarik bahwa pengalaman Jokowi menimbulkan landasan pemilihan yang akan datang. Mustahil, namun inilah keadaan.

Baca juga:

Pemilik modal akan menjadi penentu dari sekian banyaknya kehadiran para wakil rakyat, dari tingkat daerah maupun tingkat nasiaonal. Kepercayaan identik dengan komunikasi, komunikasi yang mengartikan bahwa manusia, sesama yang lain, juga memiliki aspek kemanusiaan.

Menyelam pada Konservatif

Michael Oakeshott memahami manusia dalam dua cara pengalaman manusia, yakni praktis dan teoritis. Praktis menekankan refleksi sedangkan teoritis menekankan rasionalisme.

Prinsip praksis Oakeshott yang akan menjadi dasar integritas manusia Indonesia berhadapan dengan para kaum bohir; pemilik modal. Adanya rasionalisme merupakan akibat dari penerapan prinsip-prinsip abstrak dan universal dalam urusan praktis. Konsekuensinya, terjadi kesalahpahaman tentang kekayaan dan kompleksitas hidup manusia.

Keutamaan dari prinsip praktis adalah seni beradaptasi dengan situasi tertentu. Memanfaatkan tradisi, adat-istiadat, dan pengalaman.

Tentunya kekacauan dari pemilik modal harus ditanggapi serius melalui konsep Oakeshott ini. Grand narrative yang dibuat oleh para kapitalis perlu ditinjau kembali, menguraikannya menjadi fragmen-fragmen kecil atau small fragments. Yang memungkinkan bahwa keberadaan pemilik modal tidak mereduksi keberadaan bersama.

Dengan demikian, usaha kelompok konservatif perlu mendapat perhatian serius dari setiap elemen manusia Indonesia. Model pereduksian kemanusian perlu disingkirkan. Jadikan kekayaan sebagai identitas, bukan sebagai batu loncatan menghadirkan anak bohir.

Mario G. Afeanpah
Latest posts by Mario G. Afeanpah (see all)