Gibran Sebut Asing Jajah Dunia Kuliner, Warganet: Ciri Populis Otoriter

Gibran Sebut Asing Jajah Dunia Kuliner, Warganet: Ciri Populis Otoriter
Gibran/©Kompas

Nalar Politik – Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menyebut dunia kuliner Indonesia kini dijajah asing. Ia menilai demikian berdasar maraknya produk makanan dan minuman dari luar yang mendominasi pusat-pusat perbelanjaan dalam negeri.

“Kalau saya lihat, ya, dunia kuliner Indonesia itu sekarang sudah sedikit terjajah sama brand-brand luar (produk asing),” kata Gibran dalam Jakarta Culinary Festival 2019 di Senayan City, Jakarta, Minggu (6/10).

Untuk menghalau itu, Gibran mengajak seluruh pegiat kuliner Indonesia menghadirkan produk autentik. Kemasan, terutama isi, harus mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Gibran juga berharap kuliner Indonesia mesti merambah pasar internasional. Geprek Bensu bisa jadi contoh terbaik yang telah membuka cabang di Hong Kong.

“Jangan sampai brand luar mengisi mal-mal. Harusnya Indonesia yang keluar, seperti Geprek Bensu.”

Sebagai tanggapan, warganet berakun @saidiman pun menyebut Gibran berciri populis otoriter. Watak ini dapat dilihat dari kegemarannya membangun narasi anti-asing.

“Dalam buku terbarunya, Pippa Norris dan Inglehart pakai istilah authoritarian populism. Cirinya antara lain adalah suka membangun narasi anti-asing, bikin dikotomi kita dan mereka, dan bahwa kita terancam oleh mereka,” kicaunya.

“Ini mirip dengan kelompok yang merasa hidupnya selalu terancam oleh kehadiran orang lain yang berbeda,” timpal @HendiBram.

Sementara akun @pa054 menilai ucapan Gibran sebagai pernyataan anak kecil.

“Kuliner adalah bagian dari budaya. Dalam perkembangannya, semua budaya saling pengaruh-memengaruhi dan saling memperkaya. Budaya adalah bagian dari sejarah migrasi manusia. Oleh sebab itu, statement ‘dijajah’ bukan statement yang dewasa,” sentilnya. [ci/tw]

Baca juga: