GP Ansor Memaknai Sumpah Pemuda

GP Ansor Memaknai Sumpah Pemuda
Ilustrasi: @fanspageansor

Nalar WargaSumpah Pemuda 1928 adalah bukti bahwa kemerdekaan negeri ini bukan hadiah kolonial, tapi hasil perjuangan.

Berkumpulnya pemuda dari berbagai latar suku, agama, bahasa, juga budaya pada Sumpah Pemuda 1928  adalah pemberontakan terhadap jaman. Ada perasaan yang sama bahwa kolonial harus segera lenyap dari nusantara. Itu bisa jika perlawanan dilakukan bersama.

Demi perjuangan itu, tentu butuh “sesuatu” yang menyatukan. Karena, mereka sadar, merdeka tak mungkin jika sendiri-sendiri. Tapi, mencari titik temu atas perbedaan-perbedaan tentu bukan barang mudah.

Ini hebatnya pemuda tempo doeloe. Melepas ego identitas demi perjuangan yang lebih besar.

Apa jadinya jika jong java dari suku terbesar enggan menekan ego? Atau pemuda muslim merasa superior?

Tidak akan kita kenal bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Tidak juga akan ada tanah air Indonesia. Tanah air Islam Indonesia, mungkin.

Kelegaan melepas ego ini yang menyatukan semua perbedaan, yang membarakan rindu akan kemerdekaan sekaligus menjadi bukti bagaimana keragaman jika dikelola dengan benar, bisa jadi kekuatan.

Bahwa jika kita mau gali, ternyata banyak kesamaan di antara kita sebagai penghuni negeri surga ini. Pemuda jaman now, dengan segala kemudahannya, seharusnya lebih cinta negeri ini daripada pemuda tempo doeloe. Bukan malah sebaliknya. Koyak-koyak rasa kebangsaan. Menelan tanpa mengunyah info sesat yang memecah-belah.

Tak perlu juga mencari-cari perbedaan sesama anak bangsa. Karena keragaman itu takdir negeri ini. Kita pasti tahu kita tidak sama. Gak perlu dibesar-besarkan. Tapi, pasti kita ini sama dalam mencitakan Indonesia.

Saat cita kita sama atas Indonesia, tanpa diajak pun, secara alamiah kita akan bekerja sama. Di Ansor dan Banser, kami punya cara untuk merefleksikan dan terus mempertahankan semangat Sumpah Pemuda 1928  dan memupuk rasa #KitaIniSama.

Kita gelar apel dan kemah dengan pimpinan-pimpinan Banser seluruh provinsi di Indonesia. Kami syukuri nikmat merdeka ini dengan terus mempertahankan spirit Sumpah Pemuda 1928 dan mensoft launching gerakan #KitaIniSama.

Kita juga mendiskusikan pola gerakan yang paling mungkin kita lakukan untuk negeri luar biasa ini.

*Yaqut Cholil Qoumas

___________________

Artikel Terkait:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)