Guru Besar UPI: UU Cipta Kerja Upaya Buka Lapangan Kerja

Guru Besar UPI: UU Cipta Kerja Upaya Buka Lapangan Kerja
©Tribun Jabar

Nalar Politik – Menurut Guru Besar UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Prof. Cecep Darmawan, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Cipta Kerja adalah upaya penciptaan kerja melalui usaha kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah,” jelas Cecep melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (14/11).

Ia juga menilai UU Cipta Kerja dapat memperbaiki ekosistem investasi dan meningkatkan kemudahan berusaha. Di samping investasi pemerintah pusat serta percepatan proyek strategis nasional.

Selain itu, Guru Besar UPI ini juga menyebut UU Cipta Kerja bisa mengatasi tumpang-tindihnya aturan dalam perundang-undangan selama ini serta memberi kepastian hukum dalam berusaha.

“Regulasi kita (selama ini) overloaded. Kadang saling tabrakan, tumpang-tindih. Mudah-mudahan dengan Undang-Undang ini (Cipta Kerja) ada kepastian hukum dan berusaha.”

Memang, masalah asas kepastian hukum selama ini menjadi soal yang belum terpecahkan. Kehadiran UU Cipta Kerja diharapkan bisa memecah kebuntuan itu.

Diterangkan pula bahwa UU Cipta Kerja memiliki asas yang sangat bagus, yakni pemerataan hak, kepastian hukum, kemudahan berusaha, kebersamaan, dan kemandirian. Ditambah lagi dengan poin positif lainnya, seperti penerapan izin berbasis risiko yang diatur dalam Pasal 7-10.

Catatan untuk Penerapan UU Cipta Kerja

Meski demikian, Guru Besar UPI itu tetap memberi catatan terkait upaya peningkatan investasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertama, harus memberikan dampak bagi kesejahteraan rakyat seperti diamanatkan para pendiri bangsa. Kedua, harus meningkatkan GNP (Produk Nasional Bruto), pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Kemudian harus memberikan trickle down effect dari masyarakat menengah ke masyarakat menengah ke bawah.”

Selanjutnya adalah harus mampu menggerakkan sektor riil. Kemudian, mampu memberikan efek domino bagi pajak dan penciptaan lapangan kerja, terutama bagi kaum marjinal. Juga, membenahi regulasi yang berbelit-belit.

Dan yang terakhir, menjadi upaya untuk melakukan resource sharing bagi tenaga kerja dan penyerapan SDM.

“Jadi dengan adanya UU Cipta Kerja ini, nanti kalau ada tenaga kerja asing itu dimanfaatkan untuk resource sharing. Tenaga kerja kita belajar dari mereka sehingga kemudian SDM kita yang dipakai.” [an]