Guru Tanpa Tanda Jasa

Guru Tanpa Tanda Jasa
©NDTV

Hari ini tampak di dinding medsos terpajang majemuk tulisan ucapan selamat bagi semua guru di dunia. Ucapan selamat ini sangat pantas diberikan kepada mereka karena mereka sangat berjasa bagi kehidupan kita.

Karena itu, saya juga ingin merayakan hari kegembiraan ini dengan memuntahkan ungkapan selamat hari guru ini dengan tulisan sederhana ini. Isi dari tulisan sederhana ini ialah pendidikan dan guru. Selamat mengonsumsinya.

Esensi Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu piranti untuk mencerdaskan kehidupan manusia. Berpautan dengan perkara ini, ada sejumlah filsuf mendefinisikan arti dari pendidikan tersebut secara mendetail.

Misalnya, dalan pandangan John Dewey, pendidikan adalah sebagai proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya rasa (emosi) manusia. Dalam hubungan dengan ini, Al-Syaibani menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan kehidupan alam sekitarnya.

Lebih lanjut, Soegarda Poerwakawatja menguraikan bahwa pengertian pendidikan dalam artian yang luas sebagai semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuan, pengalaman, kecakapan dan keterampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha menyiapkan genrasi muda agar dapat memahami fungsi hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Upaya ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan kedewasaan dan kemampuan anak untuk memikul tanggung jawab moral dan segala perbuatannya (H. Jalaluddin dan H. Abdullah Ldi, 2017:8).

Lewat uraikan ketiga filsuf ini kita dapat memahami bahwa pendidikan adalah sarana yang berfungsi untuk mendewasakan intelektual dan emosional kita agar kita bisa dapat memahami dan bertanggung jawab dengan kehidupan kita sendiri.

Pendidikan sangatlah berperan penting dalam pembentukan karakter diri kita. Sebelum kita mengalami dunia pendidikan kita berada di dalam kuasa kegelapan dari sisi intelektual dan moral. Namun setelah kita terjun menuntut ilmu di dunia pendidikan kita terbebas dari lilitan kekuatan kegelapan. Dengan ini nilai atau pengetahuan intelektual dan moral kita semakin bercahaya gemilang.

Dalam konteks ini pendidikan adalah pahlawan pembebas utama dari cengkeraman dari dunia kebodohan. Bertalian dengan pembebasan, pendidikan, sebagaimana yang ditulis Wattimena dalam buku filsafat kata, memilih esensi, yakni penyadaran, pemanusiaan dan pembebasan manusia.

Baca juga:

Melalui pendidikan manusia disadarkan akan perannya. Melalui pendidikan manusia dibebaskan dari kemiskinan dan kebodohan. Dan melalui pendidikan manusia semakin manusiawi dalam memandang kehidupan. Karena itu pendidikan memegang peranan amat penting dalam usaha memecahkan masalah rumit dan akut, misalnya, dari masalah kebodohan atau ketidaksadaran.

Bertalian dengan masalah, Presiden Amerika periode (1963-1969) Lyndon B Johson, perna berkata: “all the problem can be solved with one word is education”. Muatan ungkapan ini menunjukkan bahwa pendidikan amat mencerahkan dan memudahkan dalam memecahkan suatu persoalan.

Pertanyaan ialah di balik semaunya itu siapan yang berperan aktif? Siapa yang menghidupi esensi pendidikan sehinggan pendidikan tersebut bisa berdampak positif pada manusia?

Jawaban adalah yang kita sering sebut dengan istilah pahlawan tanpa jasa, yakni GURU. Guru-lah yang membebaskan kita dari kebodohan secara intelektual dan moral. Lewat mereka intelektual dan moral kita semakin dibentuk secara konsisten dan rapi. Sehingga terciptalah manusia-manusia yang berkualitas, yang mampu membangun bangsa dan negara demi kehidupan bersama yang harmonis dan sejahtera.

Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ki Hajar Dewantara mengibaratkan “seorang guru dengan pelita. Dengan ilmunya dapat memberikan kepada murid-muridnya sehingga mereka dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk”.

Dalam pemberian ilmu ini seorang guru mengabdikan seluruh dirinya demi mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Mereka menjadi pelita yang memberikan cahaya terang dan menuntun mereka keluar dari kebodohannya. Dalam proses penuntun tentu mereka juga mengalami banyak tantangan dan hambatan maha hebat.

Tetapi demi untuk mencerdaskan anak bangsa mereka berani menerobos gelombang tantangan itu. Yang terpenting bagi mereka adalah murid bisa terbebas dari kukungan kegelapan intelektual dan moral.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mengapa kita beri gelar guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa? Karena seorang guru berani dan rela berkorban tanpa menuntut jasa. Seperti guru selalu mendidik dan mengajari muridnya dengan hati yang tulus ikhlas. Dan bahkan lebih dari itu, guru mendedikasikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa terbebas dari kebodohan.

Baca juga:

Guru tak kenal lelah, selalu berada di garda terdepan dalam kemajuan suatu bangsa khususnya di sector pendidikan. Visi utama yang terus bergelora dalam batin mereka adalah manusia harus terbebas dari kuasan kebodohan dan ketidakdewasaan dalam memaknai hidup. Misi mulia ini pada umumnya diperuntukkan bagi semua orang dan anak sekolah pada khususnya.

Anak sekolah dipersiapkan secara khusus dan matang dengan pengajaran yang ketat untuk masa depan bangsa dan negara. Misi ini sudah memberikan hasil yang cemerlang. Sebagian sudah diwujudkan secara menggumkan. Banyak nakoda negeri ini lahir dari rahim pendidikan yang ketat dan bermutu. Dan mereka jadi berguna bagi bangsa dan negara.

Mereka mengoptimalkan inteleknya dalam menangani berbagai persoalan sulit di negeri ini. Dan misi itu, saat ini tengah berjuang untuk mewujudkan. Karena itu, kita mesti mendukung dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas misa mulia itu dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan nyaman buat mereka.

“Selamat Ulang Tahun Hari Guru Nasional”

Sebastianus Iyai
Latest posts by Sebastianus Iyai (see all)