Hairil Amri: Jika Sekadar Menimba Ilmu di Jogja, Itu Tak Cukup!

Hairil Amri: Jika Sekadar Menimba Ilmu di Jogja, Itu Tak Cukup!
Foto bersama Pengurus Ikama Sulbar Yogyakarta dengan anggota DPR RI Komisi II Muh. Afzal Mahfuz.

Kita ini datang jauh-jauh dari Sulbar. Kalau untuk sekadar menimba ilmu di Jogja, itu tidak cukup. Kita harus mengambil peran membangun Sulbar dengan gagasan dan karya nyata. ~ Hairil Amri

Nalar PolitikKamis, 4 Januari 2018, bertempat di Hotel Cailendra, Ikatan Keluarga Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat (Ikama Sulbar) Yogyakarta menggelar kegiatan Talkshow & Silaturahmi antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan mahasiswa Sulbar yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Hairil Amri, selaku ketua Ikama Sulbar dalam sambutannya, menegaskan bahwa mahasiswa Sulbar di Kota Pendidikan ini harus mampu membawa solusi atas berbagai permasalahan yang tengah terjadi di daerah. Sikap ini, baginya, bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan sebagai yang terdidik.

“Kita ini datang jauh-jauh dari Sulbar. Kalau untuk sekadar menimba ilmu di Jogja, itu tidak cukup. Kita harus mengambil peran membangun Sulbar dengan gagasan dan karya nyata. Ini tugas kita dan tak bisa ditawar lagi,” ungkap Hairil Amri yang lebih akrab disapa Idit.

Dalam kesempatan yang sama, Idit promosikan program baru Ikama berbentuk Study Club, yakni Study Club Literasi Malaqbiq dan Studi Club Sulbar Multimedia of Technology. Ia berharap, wadah baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mengambil peran membangun Sulbar dari tanah rantau.

“Sebagai tanggung jawab untuk menyediakan ruang-ruang belajar bagi teman-teman semua, maka Ikama melahirkan Study Club. Ini kita harus manfaatkan sebaik mungkin, juga dalam rangka membangun daerah ke depan,” ungkapnya.

Lahirnya program tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPR RI Muh. Afzal Mahfuz. Sekalu  selaku Komisi II Dapil Sulbar, ia berharap study club Ikama ini bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah Sulbar.

“Ini bagus. Seharusnya hal-hal semacam ini menjadi perhatian pemerintah Sulbar. Potensi sumber daya manusia Sulbar sebetulnya hebat-hebat, tapi terkadang tak terlihat karena kurangnya dukungan dari pemerintah,” terangnya.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!