Hak Pilih dan Politik Uang pada Pemilu Legislatif

Hak Pilih dan Politik Uang pada Pemilu Legislatif
┬ęBeritaSatu

Hak Pilih dan Politik Uang pada Pemilu Legislatif

Pemilu atau pemilihan umum merupakan salah satu bentuk dan wujud dari demokrasi.

Seperti yang kita ketahui, pemilu kembali digelar pada 14 Februari 2024. Tentu saja, para kontestan pemilu legislatif telah menyusun strategi politiknya dengan berbagai macam cara.

Pada era politik modern, sering kali kita melihat fenomena politik uang yang dapat memengaruhi pilihan politik seseorang. Politik uang adalah praktik di mana kandidat atau partai politik menggunakan uang atau imbalan materi untuk memengaruhi pemilih agar memilih mereka. Namun, seharusnya pilihan politik seseorang tidak boleh dikendalikan oleh uang.

Sebelum memahami lebih jauh, kita harus ketahui apa apa saja bentuk politik uang itu. Politik uang itu seperti pembelian suara, pembiayaan kampanye yang tidak transparan, penyalahgunaan dana kampanye, dan termasuk pemberian uang kepada peserta pemilih sebelum berlangsungnya pesta demokrasi dengan pesan untuk memilihnya.

Pilihan politik yang didasarkan pada uang tidak mencerminkan kepentingan dan nilai-nilai sebenarnya dari pemilih pada pemilu. Sebagai warga negara yang membutuhkan sosok pemimpin yang baik, kita harus memilih berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu politik dan kepentingan kita sendiri.

Jika kita membiarkan uang memengaruhi pilihan politik kita, kita kehilangan kemampuan untuk memilih berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai yang kita yakini. Ini mengurangi integritas kita sebagai pemilih.

Politik uang menciptakan ketidakadilan dalam sistem politik. Ketika kandidat atau partai politik yang memiliki lebih banyak uang dapat memengaruhi pemilih dengan cara yang tidak adil, hal ini menguntungkan mereka yang memiliki sumber daya finansial yang lebih besar.

Baca juga:

Ini berarti bahwa suara dan kepentingan mereka yang kurang mampu secara finansial diabaikan atau diabaikan. Ini melanggar prinsip demokrasi yang seharusnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga negara untuk berpartisipasi dalam proses politik.

Politik uang juga merusak integritas dan transparansi dalam sistem politik. Ketika uang menjadi faktor penentu dalam pilihan politik, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan menjadi lebih mungkin terjadi. Kandidat atau partai politik yang menerima uang dari kepentingan khusus atau korporasi besar mungkin cenderung mengutamakan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan publik. Ini mengancam prinsip akuntabilitas dan keadilan dalam sistem politik.

Socrates pernah menekankan bahwa pentingnya keadilan, kebijaksanaan, dan kebenaran dalam pengambilan keputusan politik.

Oleh karena itu, sebagai pemilih yang memberikan hak pilihnya kepada salah satu figur politik pada pileg 2024, jangan sampai hak pilih kita berubah hanya gara-gara politik uang. Sebagai kontestan pemilu, mereka dipilih untuk mewakili kepentingan masyarakat. Bukan justru mereka ikut berkontestan hanya karena kepentingan pribadi dan kelompok pemangku kepentingan.

Menurut hemat saya, politik uang itu adalah salah satu tindakan buruk dalam perpolitikan dan sangat berdampak buruk bagi kehidupan demokrasi. Karena kita bisa melupakan sosok calon pemimpin yang sebelumnya kita anggap layak mewakili kepentingan rakyat. Untuk itu, pilihlah figur politik yang layak, merakyat, jujur, akuntabel, dan berjiwa profesionalisme.

Dalam menghadapi fenomena politik uang, penting bagi kita untuk tetap teguh pada prinsip-prinsip demokrasi dan integritas. Pilihan politik kita harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang isu-isu politik dan kepentingan kita sendiri, bukan pada pengaruh uang.

Kita harus memilih kandidat atau partai politik yang mewakili nilai-nilai dan kepentingan kita, bukan yang memiliki sumber daya finansial yang lebih besar. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa pilihan politik kita benar-benar mencerminkan kehendak dan kepentingan kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Oleh karenanya, jadilah pemilih yang jujur, cerdas tanpa pengaruh politik uang. Memang mencari pemimpin yang baik itu tidak mudah, tetapi setidaknya kita mendapatkan pemimpin yang bisa dan memiliki pertanggungjawaban yang nyata.

Baca juga:
Afe Erma Telaumbanua