Harari dan Masyarakat yang Haus Cerita

Harari dan Masyarakat yang Haus Cerita
©Current Affairs

Mengapa karya-karya Yuval Noah Harari laris?

Pertama, karena kemampuan berceritanya luar biasa. Atau mengutip Darshana Narayanan dalam artikelnya, “penulis terlaris adalah pendongeng berbakat dan pembicara populer”.

Kedua, karena argumennya mendukung kapitalisme finansial dan/atau sistem neoliberal hari ini. Sebuah sistem yang ditopang oleh korporasi digital dengan tentakelnya di birokrasi, politisi, presiden, perdana menteri, pemimpin organisasi internasional (Bank Dunia, IMF, WTO, OECD, PBB) dan national security agency yang rutin gosip dalam World Economic Forum (WEF) di Davos.

Berikut beberapa poin dari artikel Narayanan, Ahli Saraf Perilaku dari Princeton University.

***

Spekulasi Harari secara konsisten didasarkan pada pemahaman sains yang buruk. Prediksinya tentang masa depan biologis kita, misalnya, didasarkan pada pandangan evolusi yang berpusat pada gen—cara berpikir yang (sayangnya) mendominasi wacana publik hari ini karena tokoh publik seperti dia.

Tidak ada sebelumnya ramalan tentang nasib umat manusia. Otonomi kita terkikis bukan karena sudah dari sananya begitu (usia bumi tua, planet menua, matahari menua—tambahan dari saya), tetapi karena model ekonomi baru yang ditemukan oleh Google dan disempurnakan oleh Facebook—suatu bentuk kapitalisme yang telah menemukan cara untuk memanipulasi kita demi tujuan menghasilkan uang.

Ilmuwan sosial Shoshana Zuboff menamakan model ekonomi ini sebagai “kapitalisme pengawasan”. Bukunya bisa download di sini.

Korporasi kapitalis pengawasan—Google, Facebook, Amazon, Microsoft, dan lainnya—membangun platform digital yang semakin kita andalkan untuk hidup, bekerja, dan bermain. Mereka memantau aktivitas online kita dengan sangat detail dan menggunakan informasi tersebut untuk memengaruhi perilaku kita guna memaksimalkan keuntungan mereka.

Baca juga:

Sebagai produk sampingan, platform digital mereka telah membantu menciptakan ruang gema yang menghasilkan penolakan iklim yang meluas, skeptisisme sains, dan polarisasi politik. Dengan menamai krisis hari ini (lingkungan dan kemanusiaan—tambahan dari saya) dan mencirikannya sebagai penemuan manusia—bukan fakta alam atau keniscayaan teknologi—Zuboff memberi kita cara untuk melawannya.

Seperti yang bisa Anda bayangkan, Zuboff, tidak seperti Harari, bukanlah sosok yang dicintai di Silicon Valley (Larry Page, Bill Gates, Elon Musk, dan lainnya).

***

Harari telah merayu kita dengan ceritanya, tetapi melihat lebih dekat pada karyanya menunjukkan bahwa dia mengorbankan sains untuk sensasionalisme, sering membuat kesalahan faktual yang parah, dan menggambarkan apa yang seharusnya spekulatif sebagai sesuatu yang pasti.

Pendasaran klaimnya tidak jelas, karena ia jarang memberikan catatan kaki atau referensi yang memadai dan sangat pelit mengakui para pemikir sebelumnya, bahkan merumuskan ide-ide yang ia sajikan sebagai miliknya.

Dan yang paling berbahaya, dia memperkuat narasi kapitalisme pengawasan, memberi mereka kebebasan untuk memanipulasi perilaku kita agar sesuai dengan kepentingan komersial mereka.

Untuk menyelamatkan diri kita dari krisis saat ini, dan krisis yang ada di depan kita, kita harus dengan tegas menolak perspektif populis berbahaya Yuval Noah Harari.

Hans Hayon
Latest posts by Hans Hayon (see all)