Hoax dan Budaya Berpikir Kritis

Hoax dan Budaya Berpikir Kritis
©Pojok Sulsel

Pada hakikatnya, kehadiran teknologi komunikasi memberi keuntungan bagi masyarakat dalam segala kebutuhannya. Tetapi itu hanya jika budaya berpikir kritis berjalan beriringan di dalamnya.

Kemajuan teknologi seperti handpone berkembang pesat dengan adanya akses penggunaan internet di dalamnya. Ini kemudian memudahkan akses informasi dan komunikasi sebagai ajang silaturahmi dan eksistensi remaja dalam proses perkembangannya lewat situs jejaring sosial.

Misalnya, hari ini begitu banyak penggunaan internet untuk ajang bisnis (online). Namun, gambaran-gambaran positif seperti ini sudah banyak bergeser ke arah negatif.

Adanya kemajuan teknologi membuat remaja menjadi pemalas dengan membuang waktu percuma di hadapan komputer hanya untuk chatting atau Facebook-an. Hal ini bisa membuat perkembangan sosialisasi tidak berjalan dengan baik, bahkan menimbulkan keegoisan dan individualitas.

Selain dampak yang ada, akhir-akhir ini berbagai berita bohong atau hoaks tengah beredar luas di setiap lini jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Berita bohong di media sosial hari ini merupakan buah negatif dari teknologi tersebut dan membawa masyarakat pada ambang kehancuran.

Artinya bahwa fenomena hoaks ini ketika masyarakat terlalu jauh mengikatkan dirinya dengan teknologi, terutama dalam penyajian berita dalam internet maupun media lainnya hingga masyarakat tenggelam tanpa adanya budaya kritis terhadap sajian berita yang ada.

Solusi Memotong Informasi Hoaks

Ada dua solusi dalam menyelesaikan persoalan ini. Pertama, bangun sikap berpikir kritis dalam diri.

Arus komunikasi yang terus menghinggapi dalam alat komunikasi yang kita gunakan perlu selektif dalam menilainya. Menerapkan berpikir kritis terhadap berita yang ada tentu memberikan nilai positif apakah ini merupakan murni berita yang terjadi atau merupakan berita bohong yang tidak jelas sumbernya. Sehingga ada seleksi terhadap berita yang ada.

Baca juga:

Tentu dengan berpikir kritis seperti ini kita dapat berpikir secara jernih, sehat, dan jauh dari hal-hal yang irasional (tidak masuk akal) berlandaskan pada kebenaran dan bukti-bukti yang konkret.

Masyarakat harus mampu melihat fakta yang ada dalam berita, apakah sudah memakai sumber yang memiliki kredibilitas serta memahami tujuan yang asli dan mendasar. Inilah pangkal dasar dari persoalan berita kebohongan yang berseliweran di publik saat ini. Maka masyarakat mampu untuk membangun sikap kritis atas berita tersebut.

Masyarakat yang menerima pesan hoaks tentu harus mempunyai sikap untuk kritis dan selektif ketika menerima pesan maupun berita. Sikap kritis yang terbangun dalam diri merupakan langkah positif agar tidak terpengaruh maupun terprovokasi dengan segala berita yang tentu memuat postingan yang mengandung kebencian maupun menyudutkan kelompok tertentu.

Dalam hal ini, perlu kontrol dan kesadaran masyarakat serta pengawasan dari orang tua terhadap anak-anaknya untuk menghindari dampak negatifnya. Kontrol diri sangat penting untuk memastikan keamanan ketika beraktivitas di internet, terutama bagi kaum muda yang sangat rentan terhadap penerimaan pesan di media elektronik.

Kedua, peran sentral hukum. Dalam pandangan teoretis, pada dasarnya hukum itu adalah law as an instrument for social engineering (hukum adalah alat rekayasa sosial dalam masyarakat)—merupakan pandangan klasik Roscoe Pound yang memandang bahwa hukum memiliki peranan untuk mampu mengatur masyarakat.

Dalam hal ini, pandangan atas alat perekayasa sosial dapat kita maknai sebagai: alat pengatur tata perilaku dalam masyarakat; alat yang mampu memprediksi penyimpangan perilaku di masa datang dan mencegahnya.

Dalam hal penanganan suatu konflik dalam masyarakat, kebijakan penanganan konflik menjadi penting. Hal ini berguna untuk mampu meredam konflik dan mengelolanya menjadi suatu kondisi kehidupan masyarakat yang maju.

***

Melihat fenomena berita kebohongan yang ada dalam masyarakat, perlu ada penanganan dari kacamata hukum. Artinya bahwa persoalan ini telah mengganggu kosmis dalam masyarakat.

Halaman selanjutnya >>>