Hujan Kasih

Hujan Kasih
©Lip6

Di sini hujan kasih
Berbalut selimut menghangat rasa
Dingin terasa hingga hingga sampai ke tangan
Merambah mencari celah

Hujan kali ini begitu berbeda
Berbeda karena di ujung malam
Sepi mencekam bosan
Bermain kantuk membutakan mata

Aku masih di sini
Masih menjadi beku yang tak hangat
Terasa sesak takkala tertatap
Mungkin dingin menjadi penawar

Atap dan daun rimbun jadi saksi
Bahwa bening mencumbu hijau
Terlarut basah meninggal subur
Penawar di musim kemarau

Aku

Aku
Adalah rindu terlupakan
Penikmat sunyi sejati
Pengagum keindahan cinta paling suci

Tak henti ombak
Mengulum bibir pantai
Riak menghapus tiap jejak
Menyimpan kisah dalam damai

Aku
Adalah rindu tersiakan
Penunggu sepi diri
Penikmat kegundahan hati

Tak bosan embus angin
Bawa kabar kenangan
Gugah kembali ku ingin
Raih segala anga

Kerinduan Malam

Senja yang bakal pergi
Menggamit malam yang sedang menanti
Perlahan kulabuhkan rindu ini
Di dermaga hatimu yang hangat menanti
Aku kah sang perindumu

Yang merindu tanpa henti
Menarikan tarian hati
Yang berlagu resah dan pilu
Aku di sini mengalunkan rindu
Aku disini memuja bayangmu
Setiap detik degup nadiku hanya namamu

Mimpi Sebelum Terlelap

Menemukan dalam dunia yang tak pernah nyata
Sayup suara hanyut terbawa hembusan angin
Sepenggal kalimat cerita hinggapnya sebuah derita
Perjalanan hidup yang terpilih dengan separuh hati

Manisnya ujung bibir yang membingkai senyum
Tak pernah hianat meninggalkan wajah lugu
Menutupi ratapan hati akan kisah hidup penuh liku
Menghiasi buram masa depan penerus cerita
Melitas dalam memori masa lalu

Jalan itu tak semulus jalan tol
Jalan itu tak selurus seperti pensil
Cerita pahit mesti enggan untuk diulang
Pilihan harus tetap terpilih
Dan sebentar lagi aku akan pergi

Senja Tepian Cerita

Sore datang menjelang
Menikmati sarayu dan pemandangan nabastala
Lagi-lagi aku hirap oleh suasana
Karena pesonanya

Senja, selalu identik dengan sebentar
Namun saat melihatnya kalbuku selalu bergemetar
Dan akan terasa tenang
Hingga beberapa aksara mampu ku tuliskan

Tentang angkasa berwarna jingga
Tentang indahnya suasana senja
Kadang kala senja memang menyedihkan
Ada yang pergi dan membuat malam semakin mencengkam
Namun kadang senja membuat hati bahagia

Karena ada yang datang dan mengobati setiap lara
Aku berada di antaranya
Tidak ada yang pergi dan tidak ada yang datang
Aku menikmatinya dengan diriku sendiri
Berbicara dengan alam dan menikmati setiap detik keindahannya

    Latest posts by Lalik Kongkar (see all)