IHSG Longsor, Covid-19 Varian Afrika Selatan Jadi Penyebab

IHSG Longsor, Covid-19 Varian Afrika Selatan Jadi Penyebab
©Okezone

Market News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor parah. Di sesi perdagangan hari ini, Jumat (26/11), IHSG ditutup turun 137,79 poin atau sekitar 2,06 persen ke level 6.651.

Penyebab terbesar longsornya IHSG pekan ini adalah Covid-19 varian Afrika Selatan. Selain itu, meledaknya kembali kasus di Eropa sehingga mengakibatkan banyak lockdown terjadi dan berimbas ke bursa perdagangan seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Nah, ini yang menimbulkan kekhawatiran terjadinya perlambatan ekonomi lagi di tengah inflasi yang sedemikian tinggi sekarang. Belum lagi beberapa negara seperti US juga Eropa akan segera tapering. Ini semua jadi sentimen yang membuat investor cenderung lebih reaktif dari negative news seperti ini,” kata Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio dalam 2nd Session Closing IDX, Jumat (26/11).

Terbukti, negative news itu mengakibatkan bursa saham Indonesia, Asia, dan Eropa hari ini cenderung terkoreksi, kecuali Amerika Serikat yang sedang ada libur Thanksgiving.

Meski demikian, Parningotan menilai koreksi itu, secara teknikal, masih dalam taraf wajar. Sebab, saat memasuki Desember, dari histori IHSG tidak pernah berada di negatif.

“Jadi saya dengan keadaan sekarang mungkin bisa dijadikan area untuk spekulatif buy. Tinggal lihat saja di level support 6.550 – 6.480. mungkin IHSG cenderung berada di area situ.”

Akan tetapi, ia tetap khawatir bahwa kondisi IHSG akan sama seperti saat merebaknya varian Delta yang mengakibatkan lockdown di mana-mana. Parningotan mengkhawatirkan mengingat kondisi sekarang sudah menunjukkan tren pemulihan. Bahkan bursa Eropa sudah mulai menguat sebelum Covid-19 terjadi.

“Sementara, bank sentral sudah siap-siap melakukan tapering sehingga merusak skenario pasar dari harga. Ini mengakibatkan investor cenderung jadi berhati-hati.”

Ditutup di Zona Merah

Diketahui, pada penutupan perdagangan hari ini, terdapat 99 saham menguat, 476 saham melemah, dan 98 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp16,2 triliun dari 28,2 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 25,01 poin atau 2,59 persen ke 940,122, indeks JII turun 13,50 poin atau 2,33 persen ke 565,78, indeks IDX30 turun 12,50 poin atau 2,43 persen ke 502,87, dan indeks MNC36 turun 7,66 poin atau 2,35 persen ke 318,76.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) naik Rp21 atau 34,43 persen ke Rp82, saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) naik Rp33 atau 26,40 persen ke Rp158, dan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) naik Rp86 atau 24,57 persen ke Rp436.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) turun Rp8 atau 6,78 persen ke Rp110, saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) turun Rp4 atau 6,67 persen ke Rp56 dan saham PT Bukalapak.com (BUKA) turun Rp40 atau 6,45 persen ke Rp580.

Baca juga: