Ihwal Dosa

Ihwal Dosa
©Flickr

Seperti ular kepada Hawa
Lalu Hawa kepada Adam
Rayuan madu nan legit
Berujung mereguk empedu
Maka segala yang menggiurkan
Tak selamanya menjelma surga

Tak Sepadan Janji

langit masih kelabu
pada pagi yang muram
tampak lelaki paru baya
duduk menghitung waktu
barangkali menunggu fajar
kecut rupa masai berjumbai
mengalir di beranda rumah
tak ada berita gembira
di halaman paling depan
koran pagi membawa kabar
perihal sepotong hati yang luka
ditikam harap tak sepadan janji

November Dua Puluh Lima

Tatapmu serupa bercahaya
Dari balik layar-layar kaca
Senyum simpul menggoda rasa
Banyak hati menyulam asa

Hari itu november dua puluh lima
Kau lumat lisan seliwer makna
Banyak kepala angguk yang percaya
Bola-bola mata berkaca-kaca

Lisanmu yang bersahaja
Banyak menyambut gembira
Bak dayu sayu angin surga
Kepada yang tak berlabel jasa

Tekadmu menyibak adunya dada
Terpasung sistem tak merdeka
Didikte waktu yang mendera
Berjubel tumpukan di atas meja

Ingatlah pula di pelosek sana
Kantong-kantong peluh tiada tara
Demi memanusiakan manusia
Kendati upah tak seberapa

Padamu haru merenda asa
Bukan manis di bibir semata
Yang berujung apologi belaka
Maka hasilnya seperti sediakala

Kb, November 2019

    Tino Watowuan

    Penikmat sajak | Lahir dan tinggal di Adonara, Flores Timur, NTT
    Tino Watowuan

    Latest posts by Tino Watowuan (see all)