Ilusi Politik

Ilusi Politik
©Xataka

Ilusi politik…

Aku mengenal kawan karena politik
Aku mengenal musuh karena politik
Politik menemukan aku
Kawan sekaligus musuh

Aku bisa hidup karena politik
Aku mati karena politik
Politik menemukan aku
Di antara hidup dan mati

Ah, politik!
Terlalu sakral bagi aku
Tapi benarkah politik demikian?
Atau mungkin aku yang terlalu naif?

Ah, aku tidak tahu!
Tapi aku sadar itu hanya ilusi politik.

Memilih Mundur

Perlahan-lahan namun pasti mulai terkikis
Sudah mulai terlihat surut bawaan lelucon
Benteng pertahanan sudah tidak kuat lagi
Selangkah hentakkan tunggu saatnya roboh

Aku ragu bukan karenanya
Tapi aku ragu karena diriku
Aku tidak bisa melawan keraguan karena kebenaran
Dan memaksakan kehendak karena kemauannya

Jarum menunjukkan berbeda
Hierarki yang tidak setara
Aku tidak mau ditindas menafikan perbedaan
apalagi dipertentangkan dengan kebenaran

Hemat memilih langkah mundur
Aku tidak mau jadi korban hinaan
Apalagi menyengsarakan orang di sekitarku

Aku percaya dalam kesulitan ada kemudahan
Tidak ada maksud lain
selain demi kebaikan

Aku menyetir pada jalannya
Di atas rencanaku
Bahkan lebih tinggi lagi
Di atas rencana-Nya (Tuhan)
Jauh di bawah rencanaku.

Tabir membuka pintunya
Keluar dari rapatan jubah hitam
Syair liar kembali mengungkapkan kebenaran itu
Tidak bisa lari dan tak terelakkan

Silau tembus pandang wujud asli
Meyakinkan keraguan
memberi isyarat mundur
Ya, mundur!

Perlawanan Si Kecil

Ah, sudahlah!
Kamu nggak akan kuat
Kamu kecil
Kamu nggak akan mampu melawan

Terima saja kodratmu
Posisi kamu dimangsa
Tidak sepertinya
Ia kuat
Bawaannya besar

Mangsa menakutkan
Sarang laba-laba saja kamu tidak mampu menjaringnya
Kamu apa?
Kamu hanya di atas sejenis serangga

Perangkap laba-laba saja kamu nggak kuat
Apalagi melawan kekuatan yang besar
Imajinasimu terlalu tinggi, si kecil
Ia besar cengkeramannya kuat

Sejenis di atas kamu pun takut
Tapi jangan khawatir, si kecil
Ia besar gerakannya lambat
Kamu punya apa yang tidak dimilikinya
Kamu kecil gerakannya cepat

Strategi itu kamu maksimalkan
Untuk menghindari mangsamu
Keluarlah  dari kodrat yang menderamu.

    Mahmud

    Mahasiswa

    Latest posts by Mahmud (see all)