Imam Dua Belas

Ja’far makin meluaskan ilmu keislaman dari jalur Ahlu Bait ini, setelah sebelumnya Muhammad al-Baqir melakukannya. Banyak ulama dari segala penjuru berguru pada Ja’far dan mengajukan pertanyaan seputar budaya Islam, akhlak, sejarah hidup Nabi Muhammad.

Ja’far ash-Shadiq banyak memanfaatkan waktunya untuk mendidik murid-muridnya dan menulis ratusan kitab berisi hadis-hadis Nabi Muhammad saw dan kajian ilmiah Ilmu Ushul. Dan Ja’far inilah yang sebagai perintis mazhab Syi’ah, yang kita kkenal dengan mazhab Ja’fari.

***

Setelah sukses merebut kekuasaan dinasti Umayyah, dinasti Abbasiyyah mengalihkan perhatiannya pada cucu Sayyidah Fatimah az-Zahro’, yang melanjutkan keimamahan Ja’far ash-Shadiq, yaitu Musa al-Kazhim bin Ja’far ash-Shadiq.

Musa al-Kazhim hidup semasa dengan empat khalifah Abbasiyyah: al-Manshur, al-Hadi, al-Hadi, dan Harun ar-Rasyid. Dimasti Abbasiyyah sangat memusuhi Musa al-Kazhim, sehingga rumahnya dibakar dan beliau sendiri dipanggil ke Irak dan diinterogasi.

Imam ketujuh ini mengalami banyak tekanan dari Dinasti Abbasiyyah, sehingga pada suatu hari oleh Harun ar-Rasyid diperintahkan agar beliau dipenjara dan beliau meninggal dunia karena racun atas perintah Khalifah al-Manshur.

Imam kedelapan ialah Ridha. Akhir hayat Ridha tidak lebih baik dari Imam Musa. Ridha juga meninggal dunia karena diracun dari Khalifah al-Ma’mun.

Imam kesembilan, yaitu Taqi syahid saat berusia 25 tahun; Imam kesepuluh saat berusia 40 tahun, dan Imam kesebelas saat berusia 21 tahun.

Baca juga:
Latest posts by Abd Walid (see all)