Inilah Ritual Pengobatan di India yang Diplintir Ustaz Tengku Zulkarnain

Inilah Ritual Pengobatan di India yang Diplintir Ustaz Tengku Zulkarnain
Ritual-ritual yang dilakukan di India, dan diyakini bermanfaat bagi kesehatan bayi.

Nalar Politik Mengerikan. Seorang ustaz bernama Tengku Zulkarnain memplintir ritual pengobatan di India sebagai hal yang seolah-olah disengaja dilakukan oleh orang-orang tak berprikemanusiaan.

Inilah Ritual Pengobatan di India yang Diplintir Ustaz Tengku Zulkarnain
Screenshot tweet @ustadtengkuzul yang sudah dihapus dari timeline-nya.

Jelas bahwa maksud Tengku di tweet-nya tersebut berusaha mengarahkan bahwa ada orang yang berperilaku bejat demikian. Untung saja ada secuil informasi tentang ritual tersebut, yang sekaligus membuktikan bahwa tweet Tengku itu adalah hoax.

Dilansir dari Tribun Jogja, ritual pengobatan di mana seorang bayi diinjak oleh orang dewasa memang adalah hal yang mengerikan. Itu dilakukan oleh Jamun Yadav, yang meski kemudian mengantarkannya ke jeruji besi karena dianggap melakukan cara pengobatan yang lebih mirip sebagai penganiayaan.

Terlepas dari itu, ritual pengobatan dengan cara menginjak tubuh bayi ini diyakini bisa menyembuhkan radang tenggorokan.

“Yadav yang mengklaim dirinya sebagai orang suci ini, percaya bahwa ia bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara mengalirkan energi magis melalui kakinya. Caranya tidak lain dengna menginjak leher bayi,” tulis Tribun seperti  dilansir dari The Sun.

Di situ juga diperlihatkan bahwa cara tersebut di atas ternyata bukan satu-satunya ritual “aneh” di India. Bahkan, ritual lainnya sudah dilestarikan selama lebih dari 500 tahun, yakni ritual pengobatan dengan cara melemparkan bayi dari ketinggian.

“Ini terjadi di Desa Musti, Distrik Solapur, negara bagian Maharashtra. Bayi dilemparkan dari atas kuil setinggi 50 meter dan dibiarkan berteriak, menangis dan jatuh pada kain yang dibentangkan dan dipegang oleh warga di bawah kuil.”

Menurut warga setempat, selama ritual ini dilakukan, belum pernah ada kejadian berupa kecelakaan atau bayi terluka akibat ritual tersebut. Ritual ini sendiri juga dimaksudkan warga sebagai perwujudan dari rasa syukur.

Selain itu, ada pula ritual pengobatan anak-anak dengan cara dikubur setinggi leher selama enam jam. Itu dilakukan ketika terjadi gerhana matahari di wilayah Gulbarga, Utara Karnatka.

Meski hasil penelitian menemukan bahwa tak ada unsur keterkaitan antara ritual tersebut dengan pengaruh gerhana matahari, tetapi  banyak warga tetap percaya dan masih mempraktikkannya.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!