IPMMY Kecam Aksi Vandalisme Oknum Brimob Polman

IPMMY Kecam Aksi Vandalisme Oknum Brimob Polman
Dok. IPMMY

Nalar Politik – Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Majene Yogyakarta (IPMMY) Periode 2020-2021, Aco Nursamsu, angkat bicara mengenai aksi vandalisme yang dilakukan sejumlah oknum Brimob di Polman. Ia mengecam aksi tersebut lantaran menegasikan jargon kepolisian sebagai pengayom rakyat.

“Harusnya kehadiran kepolisian membuat rakyat aman dan tenteram, bukan malah menebar rasa takut. Dan hari ini, citra sebaliknya itu yang justru dibangun oleh kepolisian,” ujar Aco di Yogyakarta, Rabu (22/1).

Sebagaimana kabar yang tersiar pada Senin, 20 Januari 2020, tepatnya di Wisata Salupajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, telah terjadi aksi tak terpuji dari sejumlah anggota Brimob.

Aksi tersebut diduga terjadi ketika seorang Brimob datang bersama keluarganya untuk berlibur. Kemudian terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan pihak pengelola saat diminta membayar uang masuk objek wisata sebesar Rp5.000.

Tak lama berselang, tiga batalion Brimob datang ke tempat kejadian perkara. Alih-alih menertibkan, mereka malah ikut-ikutan melakukan aksi vandalisme secara bersama-sama. Keributan pun tak dapat terhindari.

“Dalam video yang tersebar di WhatsApp, tampak jelas keributan antara warga dan oknum Brimob. Bahkan, letupan senjata berulang kali terdengar,” jelas Aco.

Tak sampai di situ, Mahasiswa Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta ini sangat menyesali lantaran terjadinya pengarahan Brimob secara masif ke lokasi kejadian. Hal itu, baginya, sangat berlebihan. Sebab tidak ada tindak pidana berat yang hendak dijadikan target operasi sebagaimana SOP.

“Dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penindakan Huru-Hara, di sana, Brimob dikerahkan ketika terjadi peristiwa hukum berisiko tinggi. Nah, dalam kejadian di Polewali Mandar baru-baru ini, saya tak melihat hal yang sesuai aturan Polri,” jelasnya.

Baca juga:

Menurut Aco, aksi vandalisme semacam itu tak bisa dibiarkan terus terjadi. Pasalnya, di Sulbar, kejadian jenis itu bukanlah kali pertama terjadi. Oleh karena itu, penting untuk disikapi bersama.

“Saya mengajak kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa Sulbar, di mana pun berada, untuk secara seksama mengecam hal ini. Bila perlu, mari kita langsungkan aksi demonstrasi secara serentak. Dan kami (IPMMY), secara kelembagaan, siap mengawal soal ini sampai di meja kerja Propam.”

Aco kemudian mengharapkan Kapolda Sulawesi Barat dapat benar-benar menjamin bahwa hal yang serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

“Jika tidak, kami ragukan integritas Kapolda sendiri. Sebab, ia selama ini mencitrakan polisi yang religius, dan hal ini sama sekali tak mencerminkan citra Kapolda Sulbar sebagai pemimpinnya,” harap Aco.

“Sekali lagi, jika tak selesai sebagaimana mekanisme hukum, kami akan advokasi ke tingkat Propam,” pungkasnya. [ha]