Iran; Makin Religius Sekaligus Makin Sekuler

Iran; Makin Religius Sekaligus Makin Sekuler
©Abedin Taherkenareh/EPA

Nalar Warga – Menurut sensus resmi Republik Islam Iran, 99,5 persen penduduk beragama Islam. Dua peneliti, Pooyan Tamimi Arab (Universitas Utrecht, Belanda) dan Ammar Maleki (Universitas Tilburg, Jerman), menemukan hanya 40 persen warga yang mengaku Muslim. Juga: hanya 32 persen yang menyatakan diri sebagai penganut mazhab Syiah.

Data itu didapat dari 40.000 sampel, yang validitasnya dianggap kuat, dalam survei yang dikerjakan kedua peneliti melalui Instagram dan aplikasi Telegram. Sebanyak 78 persen warga Iran percaya Tuhan, tapi hanya 37 persen yang percaya kehidupan akhirat; hanya 30 persen yang percaya surga dan neraka

Pada riset tahun 2020 yang didukung pemerintah, 60 persen warga mengaku tidak menjalankan ibadah-ibadah wajib (dengan alasan “sakit”). Empat puluh lima tahun lalu, dalam survei komprehensif yang dilakukan sebelum Revolusi 1979, warga yang mengaku menjalankan ibadah 80 persen lebih; artinya: yang tidak menjalankan hanya 20 persen. Berarti terjadi penambahan menjadi tiga kali lipat.

Sebanyak 72 persen warga menentang peraturan yang mewajibkan pemakaian hijab, meski 41 persen menyatakan agama boleh saja diekspresikan di ruang publik.

Kesimpulan yang bisa ditarik: makin religius sebuah pemerintahan, makin sekuler warga negaranya. Apakah bisa terjadi sebaliknya: makin sekuler pemerintahan, makin religius warganya?

Sangat baik jika riset seperti dikerjakan dua peneliti tersebut dilakukan juga di Indonesia, supaya kita mendapat gambaran yang lebih mendekati fakta sebenarnya.

*Hamid Basyaib