Islamis Radikal dan Fundamentalis

Islamis Radikal dan Fundamentalis
©AFP

Nalar Warga – Saya mau jelaskan tentang istilah islamis radikal. Apa yang dimaksudkan dengan istilah itu? Ini supaya tidak simpang siur artinya kalau membaca istilah tersebut.

Islam itu agama, tetapi Islamisme bukan agama. Apa itu?

Islamisme adalah istilah bagi ideologi politik yang ingin menerapkan hukum Islam bagi seluruh kehidupan masyarakat dan bernegara. Dengan demikian, islamisme bukan agama, tetapi ideologi politik yang memakai agama.

Karena itulah dibedakan antara penyebutan muslim dan islamis. Muslim adalah penganut agama Islam secara general. Islamis adalah orang yang mendukung islamisme, biasanya dalam gerakan-gerakan atau partai-partai politik berciri islamisme.

Radikal itu artinya sampai ke akar-akar. Berasal dari kata radix = akar. Orang radikal pada sebuah ideologi, benar-benar seluruh hidup, seluruh cara pandang, sesuai dengan ideologi itu sampai ke titik koma. Tidak ada pengecualian.

Jadi itu arti kedua kata yang menjadi sumber istilah islamis radikal. Lalu apa masalahnya?

Islamisme itu menakutkan bagi banyak orang; bukan hanya yang non-muslim, tetapi juga sebagian muslim ketika dihadapkan pada kenyataan harus hidup di bawah ideologi politik yang demikian.

Lalu apa masalah radikal?

Baca juga:

Sebenarnya tidak masalah jika radikal itu diterapkan pada diri sendiri. Tetapi jika digabung dengan islamisme, itu sudah menyangkut ideologi politik untuk diterapkan ke seluruh masyarakat, sehingga bukan lagi diterapkan secara personal.

Orang radikal untuk diri sendiri itu hak setiap orang. Tetapi ketika ajaran radikal kemudian dipaksakan untuk diterima pihak lain, ini mengerikan. Karena manusia itu banyak sisi, ada pemikiran lain, budaya lain, seperti budaya nenek moyang, adat ini adat itu, dan sebagainya.

Selain itu, ada permasalahan mendasar bagi islamisme radikal, yaitu masalah interpretasi ajaran. Karena jika radikal, interpretasi yang dianut dianggap paling benar. Jika seseorang bisa menerima interpretasi pihak lain bisa juga benar, maka otomatis dia tidak begitu radikal lagi.

Nah, radikalisme dengan interpretasi tunggal itu selalu bermasalah, mendatangkan pertikaian terkadang bisa saling sikut yang berkepanjangan.

Oke, itu aja kira-kira yang bisa saya jelaskan mengenai istilah islamis radikal dan sedikit dampak-dampaknya.

Sekalian sudah membahas radikal, saya mau jernihkan satu istilah lagi, yaitu fundamentalis; apa itu?

Fundamentalis berbeda dengan radikal. Kalau radikal adalah soal penerapan ajaran secara totalitas sampai ke titik koma tanpa ampun tanpa peduli yang lain.

Fundamentalis tidak mengenai penerapan ajaran, tetapi isi ajaran. Biasanya satu ideologi/ajaran dimulai dari pencetus pertama, lalu kemudian seiring dengan berkembangnya waktu, dibicarakan, didiskusikan, menjadi makin kompleks.

Halaman selanjutnya >>>
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)