Jangan Katakan Selamat Ulang Tahun

Jangan Katakan Selamat Ulang Tahun
©Liputan6

Jangan katakan Selamat Ulang Tahun padaku

Kawan…
Tahun akan silih berganti,
Dan bulan akan berlalu tiada mengingati,
Begitu pula hari akan senantiasa beralih.
Jam akan selalu bergerak,
Dan menit akan selalu berjalan,
Begitu pula detik yang akan selalu berdetak,
Layaknya jantung yang hitungannya tak pernah terpetak.

Iya, kawan…
Malam nanti adalah hari kelahiranku
Di mana sanak kerabat dan saudara akan berucap,
Selamat Ulang Tahun, Happy Birthday, Sanah Hilwah atau sebagainya.
Di mana kata ucapan akan memenuhi setiap sudut media sosialku.

Namun, pada tahun ini….
Jangan katakan Selamat Ulang Tahun padaku
Sebab penggali liang lahat itu,
Terasa semakin jelas mendekatiku,
Pula penenun kafan itu,
Semakin jelas terdengar nada tenun menghampiriku.
Kutak butuh ucapan, hadiah, ataupun perayaan,
Yang pada akhirnya semua akan menjadi kemunafikan
Kubutuh kerelaanmu, kawan…
Untuk mendoakan agar apa yang dicita-citakan dalam namaku
Dapat tersampaikan.

Dengan segala rasa terima kasih kulambungkan,
Karena umur yang senantiasa berkurang,
Namun dosa yang selalu bertambah.
Maka bagaimanakah aku dapat mengembannya?
Bila tidak dengan kerelaan.

Kala Aku Diam

Malam ini bulan tak bersinar terang
Namun aku bahagia wahai kekasih
Sebab cahayamu tak pernah padam menyelimutiku
Pada kucing itu,
Perusak selera makanku
Tetapi setelah kusandarkan dia padamu,
Seketika hilanglah rasa itu.
Di kala aku diam

Aku cemburu pada batu kerikil itu,
Sebab dia mendahuluiku memandangmu.
Sungguh, bila aku tau
Niscaya tak ada lagi keraguan dalam diriku
Juga rasa cinta
Yang senantiasa bertumbuh padamu.

Derita Akhir Musim

Menetes dan mengalir,
Itulah yang tak dapat kutahan.
Saat lantunan syair pujian digemakan.

Mengenangkan sebuah suasana,
di malam sepi sembari
menghibur jiwa yang sunyi tak berarti.

Terima kasih, dik
telah jumpakan aku dengannya
si paripurna kehidupan
si harum semerbak tak ada tandingan
si cahaya di atas cahaya.

Entah apa yang kuperbuat esok,
kala telah berganti musim,
ajaran dengan segala rombakan.

aku tak tahu harus katakan apa,
pada hati yang mendengki padanya,
berat hati dan nestapa,
tercabik cabik sebab rayuan jahat.

tolonglah aku, dik!
Sampaikanlah pada tuhan
kepada perasaan berat ini jua.

Bila Aku Mati

Bila aku Mati,
Kau harus datang lalu menciumiku
Bila aku tak dapat bernafas,
Kau harus datang lalu bernafas di depan wajahku

Mati merupakan rahasia
Ditutup, dikubur, ditimbun
Tak ada seekor pun tahu
Benar katanya,
Bahwa sakit sebenarnya bukanlah mati
Namun hidup yang tak hidup

Laksana anjing namun lupa,
Pada pemberi tulang.
Seperti bola yang tak berguna,
Bagi tukang bangunan

Seperti itulah yang kutakutkan, dik.
Kerelaan yang belum didapat.
Kebergunaan yang belum diraih.
Malah menyampahi diri.

Aku berlindung,
Aku berlindung,
Aku berlindung,
Pada dzat sempurna.

Muhammad Syahrul Hidayatullah
Latest posts by Muhammad Syahrul Hidayatullah (see all)