Jangan Terlalu Terbius oleh Lamunan Kesempurnaan

Jangan Terlalu Terbius oleh Lamunan Kesempurnaan
Ilustrasi: SGP ChristenUnie

Betapa kita yang tak sempurna ini sering terlalu terbius dengan lamunan kesempurnaan.

Mencari yang tanpa kekurangan itu hanya pencarian yang sia-sia. Ini berlaku dalam konteks membangun rumah tangga, juga membangun negara.

Mengibaratkan dengan membangun rumah tangga. Sulit terbangun jika yang punya keinginan belum bangun lebih dulu: membuka mata, melihat dengan terang, dan melihat semua dengan apa adanya.

Ada yang bilang, aku akan membangun rumah tangga jika sudah menemukan yang sempurna. Ia lupa jika yang ia bayangkan sebagai orang sempurna tadi juga mencari yang sempurna. Bukan mencari dia.

Itu hanya contoh. Betapa kita yang tak sempurna ini sering terlalu terbius dengan lamunan kesempurnaan.

Padahal kesempurnaan lahir justru dari satu ketidaksempurnaan ke ketidaksempurnaan lainnya. Lalu siapa kita hingga menginginkan semua sempurna?

Mengetahui ketidaksempurnaan, namun hanya membayangkan kesempurnaan dengan cara menolak menyempurnakan yang belum sempurna: hanya menjadi lamunan yang sempurna.

_____________

Baca juga:
Zulfikar Akbar