Janji Surga

Janji Surga
©iStock

Nalar Warga – Kadang-kadang saya berpikir, orang yang berbuat baik karena dijanjikan surga itu sama dengan orang yang mau menolong korban kecelakaan karena diiming-imingi uang. Ada rasa kurang ikhlas di sana. Perbuatan baik perlu dilakukan dengan atau tanpa janji surga.

Demikian pula dengan orang yang tidak berbuat jahat karena takut disiksa di neraka. Itu sama dengan orang tidak mencuri karena takut ketangkap dan dipenjara. Dia tidak berbuat jahat bukan karena dia tidak jahat, tapi karena takut hukuman. Kurang ikhlas.

Konsekuensi dari cara berpikir kurang ikhlas begini adalah mereka akan menganggap bahwa tanpa agama, orang tidak akan bisa berbuat baik dan menjauh dari perbuatan jahat. Semua akan dikalkulasi berdasarkan untung-rugi.

Karena itu, ketika ada usulan, misalnya, meniadakan pelajaran agama dari sekolah negeri, mereka akan langsung menolak. Alasannya karena warga tidak akan punya alasan untuk berbuat baik.

Mereka mengira bahwa janji surga dan ancaman agama adalah satu-satunya jalan orang berbuat baik. Mereka mengira bahwa orang berbuat baik harus berdasarkan janji ganjaran atau menghindari perbuatan jahat karena diancam.

Bagaimana menurut kisanak?

*Saidiman Ahmad