Jejak Kelahiran Karl Marx

Jejak Kelahiran Karl Marx
©BBC

Sebagian orang dalam mempelajari Karl Marx kerap sekali tak acuh bahkan sampai meninggalkan jejak-jejak kelahiran Karl Marx. Biasanya orang lebih asyik untuk mempelajari peta pemikiran Karl Marx yang dianggap lebih berguna dalam pengamalannya daripada harus menelusuri jejak-jejak kelahiran Karl Marx.

Sering kali hal ini dianggap sederhana oleh orang yang sedang mempelajari Karl Marx. Padahal hal yang dianggap sederhana tersebut sebenarnya mengandung sesuatu yang luar biasa apabila kita mau menelusurinya. Dengan demikian, sebelum menelusuri jejak pemikiran Karl Marx lebih jauh  lagi, kita harus menelusuri terlebih dahulu bagaimana jejak kelahiran Karl Marx.

Heincrich Karl Marx atau yang biasa kita sebut dengan nama Karl Marx merupakan salah satu tokoh filsafat modern yang lahir pada 5 Mei 1818 di kota Trier, Provinsi Rhine, Prusia (saat ini Jerman). Sewaktu masih kecil, Marx lebih akrab dipanggil dengan sebutan “Si Maroko” yang merupakan sejenis bangsa yang berada di Afrika Barat Laut.

Hal itu disebabkan karena pada saat itu kulitnya hitam, mata cekung tetapi bersinar dengan tajam. Tubuhnya gemuk dan pendek dibandingkan dengan anak-anak Prusia yang sebaya dengannya ketika usia 15 tahun.

Dari kecil, Marx memang sudah mempunyai sifat yang tidak mau diatur, jorok, dan acak-acakan sampai terbawa kelak ketika Marx sudah menginjak dewasa. Hal ini seolah bertentangan dengan ketekunan, ketelitian, dan sifat Marx yang selalu ingin tahu terhadap segala hal.

Seperti anak kecil pada umumnya, Marx juga suka bermain-main walaupun terbatas hanya dengan teman-teman yang disukainya saja. Salah satu teman bermainnya merupakan putri dari Baron Von Westphalen yang merupakan seorang bangsawan Prusia. Putri tersebut ialah Jenny, yang pada masa mendatang dipersunting oleh Marx pada tahun 1843.

Kembali ke masa awal. Ayah Marx, Herschel, merupakan seorang ahli hukum sekaligus pengacara yang memberikan nuansa kelas menengah kepada keluarganya. Ibu Marx, Henriette Pressburg, merupakan seorang Yahudi berdarah Belanda yang lahir dari keluarga pebisnis makmur pendiri Phillips Electronics.

Kedua orang tua Karl Marx beralas dari rabi Yahudi dan sudah dikenal oleh masyarakat sebagai pemasok rabi. Dalam keluarga besarnya, ayah Marx memang dikenal sebagai sosok liberal.

Baca juga:

Ayah Marx, Herschel, merupakan orang pertama yang mendapatkan pendidikan sekuler atau non-agamis, yang kemudian dilanjutkan oleh Karl Marx. Sedangkan saudara laki-laki Herschel, Samuel, lebih memilih mempertahankan tradisi keluarganya sebagai kepala rabi Yahudi.

Pada tahun 1824, yakni waktu Marx berumur 6 tahun, isu dan nuansa anti-Yahudi (anti-Semit) berpotensi menghambat karier ayahnya sebagai pengacara. Hal ini menyebabkan ayah Marx, Herschel, berpindah agama dari Yahudi ke Kristes Protestan aliran Lutherian yang cenderung liberal sekaligus menjadi agama resmi di Prusia.

Perpindahan agama itu turut mengubah keyakinan keluarga Marx dari ber-Tuhan Yahova yang Esa kepada keyakinan Trinitas. Ayah Marx juga mengganti namanya menjadi dari Herschel menjadi Heinrich.

Henrich juga merupakan salah satu orang yang meneruskan pemikiran Immanuel Kant dan Voltaiere. Dia juga ikut andil dalam agitasi reformasi konstituti Prusia untuk mengenyahkan sistem monarki Prusia yang masih tersisa (McLellan, 2006).

Marx adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Pada saat kakaknya meninggal dunia yang bernama Moritz di tahun 1819, Marx menjadi anak tertua, menyisakan adik-adiknya, yaitu Sophie, Hermann, Henriette, Louise, Emilie, dan Caroline.

Muchammad Mugiono
Latest posts by Muchammad Mugiono (see all)