Jelang Tahun Baru, Ketua Ikama Sulbar Hairil Amri Sampaikan Pesan Perjuangan

Jelang Tahun Baru, Ketua Ikama Sulbar Hairil Amri Sampaikan Pesan Perjuangan
Ketua Umum Ikama Sulbar Yogyakarta, Hairil Amri.

Nalar PolitikKetua Umum Ikama Sulbar Yogyakarta Hairil Amri menyempatkan diri menyampaikan pesan perjuangan pada semua. Idit, sapaan akrabnya, menghendaki bagaimana tahun baru ke depan ini bisa lebih termaksimalkan sebagai momentum pemicu perjuangan dari mahasiswa untuk daerah.

“Tahun baru ke depan harus lebih kita maksimalkan lagi sebagai pemicu kesadaran untuk bergerak. Kesadaran ini harus membangkitkan kita untuk senantiasa berjuang sebagaimana layaknya mahasiswa, pemikul tanggung jawab sosial masyarakat,” harap Idit dalam pesan perjuangan di momentum jelang tahun baru 2018.

Dalam kesempatan ini, ia juga turut menyampaikan pesan ulang tahun kepada salah satu daerah kabupaten yang ada di Sulawesi Barat, yakni Polewali Mandar (Polman).

“Selamat ulang tahun, Kabupaten Polewali Mandar. Sebagai salah satu kabupaten yang banyak melahirkan seniman di tanah Mandar, saya turut bangga akan hal itu dan selamat tahun baru untuk kita semua,” ujar Idit.

Sebagai masyarakat Sulawesi Barat, ia mewakili rekan-rekan mahasiswa rantau di Yogyakarta. Hairil Amri ingin melihat bagiamana pembangunan di daerah ini dapat merata dan layak sebagaimana standar hak asasi manusia.

“Oleh karena itu, melalui medium ini, saya ingin menyampaikan bahwa jangan ada kekerasan struktural dan terkesan dibiarkan akibat dari pada geo-politik yang ada. Salah satu faktor Balanipa ingin mekar sebagai DOB disebabkan adanya polarisasi semacam ini,” lanjutnya.

Melihat kondisi Tutar, tambah Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah ini, Idit lalu mengenang lokasi KKN-nya yang kurang-lebih berkondisi sama. Bahwa di Tutar, baginya, telah terjadi pembiaran. Di mana-mana pendidikannya tidak berdaya, sehingga pembodohan pun merajalela dan nyaris tak bisa terbendung.

“Pak AIM (Andi Ibrahim Masdar, Bupati Polman) adalah pemimpin yang selayaknya jadi pelayan. Tengoklah jeritan ketidakberdayaan mereka itu,” tegas Idit.

Refleksi

Untuk itu, di momentum tahun baru ini, mantan Ketua Umum Ipmaju Jogjakarta itu mengajak rekan-rekan semua untuk bersama-sama merefleksikan seluruh hal yang dalam setahun terakhir ini telah terjadi. Ia berharap, dengan begitu, mahasiswa rantau bisa lebih berikhtiar lagi demi kemajuan daerah ke depan.

“Kita adalah generasi. Kita adalah pelanjut. Oleh karenanya, tidak salah ketika saya bilang: mari kita sama-sama tengok daerah kita dan bertekad pulang untuk mengawal dan memperbaiki hal-hal yang perlu kita perbaiki,” harapnya.

Khusus untuk mahasiswa Sulbar yang tengah menempuh studi di Kota Pendidikan Yogyakarta, Idit tak lupa menyampaikan untuk bertindak. Demikian juga sebagaimana harapnya pada yang lain.

“Kalian yang dari Majene, tengok daerah Anda, jika perlu kritik. Begitu pula yang dari Polman, Matra, Mamasa, Mateng, dan Mamuju. Selama positif, kita wajib saling mendukung,” harapnya kembali.

Terakhir, harapannya tertuju pada upaya para aktivis daerah untuk senantiasa menjaga keseimbangan demokrasi dan pembangunan.

“Sepenuhnya kami di rantau menyadari bahwa kami dibatasi jarak sehingga kami tidak bisa bergabung secara langsung. Tetapi percayalah dengan optimis kami melakukan hal yang secara substantif sama dengan apa yang kalian perjuangkan di daerah sana,” pungkas Hairil Amri.

___________________

Artikel Terkait: