Jenderal Gatot Nurmantyo Sudah Prediksi Kemunculan ISIS di Marawi

Jenderal Gatot Nurmantyo Sudah Prediksi Kemunculan ISIS di Marawi
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Nalar Politik Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo ternyata sudah memprediksi kemunculan ISIS di Marawi , Filipina Selatan. Seperti diungkapkan, kemunculan kelompok radikal ini sesuai dengan hasil analisis TNI bahwa pusat konflik dunia akan beralih ke wilayah ekuator.

“Saya sudah katakan sejak dua tahun yang lalu, bahwa Islamic State (ISIS) akan muncul di wilayah Asia Tenggara. Namun, saat itu belum banyak yang peduli,” ujar Gatot saat memberi sambutan pada acara simposium nasional Taruna Merah Putih di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Tentang sebab-musabab kemunculan kelompok teroris ISIS, sudah sering Gatot sampaikan. Salah satu alasannya, menurut Gatot, adalah soal perebutan energi alternatif berupa bioenergi.

“Minyak dunia akan habis pada 20145, sehingga energi alternatif berupa bioenergi akan diambil dari tumbuhan (hayati). Maka,  sebagian tumbuhan untuk makanan manusia, akan dijadikan sumber energi,” jelasnya.

Diketahui, milisi Maute yang bersumpah setia kepada ISIS, sebelumnya telah melakukan penyerangan ke Marawi sejak 23 Mei 2017 lalu. Kelompok ini menyerang Marawi dengan tujuan ingin mendirikan kekhalifaan di Filipina.

Menghadapi itu, tentara Filipina pun tak mau kalah. Mereka berupaya untuk menjegal kelompok radikal ini, hingga harus berperang untuk mengakhiri serangan kelompok teror di Marawi.

Kejadian ini kemudian dilihat oleh Gatot sebagai ancaman langsung. Apalagi Indonesia memiliki sumber kekayaan hayati yang tak terhingga.

“Jadi, sudah jelas, ISIS di Marawi itu adalah pancangan kaki untuk ke Malaysia dan Indonesia. Kita harus antisipasi itu,” tegas Gatot.

Untuk mengawalinya, Gatot mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah termakan isu. Ia juga memutarkan video berisi provokasi sejumlah ulama ayng menganjurkan pembunuhan di perang Suriah yang harus menjadi bahan pelajaran bersama.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terprovokasi, tidak boleh seperti Suriah, jangan sampai negeri terjadi perpecahan antar kelompok dan agama,” pungkasnya.

___________________

Artikel Terkait: