Jika Maju Jadi Cawapres Prabowo, Anies Bisa Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Jika Maju Jadi Cawapres Prabowo, Anies Bisa Jatuh Tertimpa Tangga Pula
Ilustrasi: Prabowo Subianto & Anies Baswedan

Belum genap setahun gantikan Ahok, Anies pun diisukan kembali akan melawan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Kabarnya, ia akan maju sebagai Cawapres Prabowo.

Nalar PolitikRealitas  perpolitikan di Indonesia memang selalu dinamis. Kadang hari ini jadi teman, esoknya bisa jadi lawan terberat. Selalu berubah, dan hanya itu yang abadi. Begitu fakta yang melulu bisa kita lihat, dari dulu hingga sekarang.

Contoh konkretnya bisa kita simak pada laku seorang Anies Baswedan. Dulu, kita tahu, ia seorang pendukung getol Joko Widodo (Jokowi). Setelah didepak dari posisi Menteri Pendidikan, Anies akhirnya membelot: menerima pinangan Prabowo Subianto, seteru Jokowi di Pilpres 2014, untuk maju sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta melawan Ahok.

Belum genap setahun gantikan Ahok, Anies pun diisukan kembali akan melawan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Kabarnya, ia akan maju sebagai Cawapres Prabowo.

Mendengar hal itu, seorang pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, pun memperingatkan. Majunya Anies sebagai Cawapres Prabowo adalah tindakan yang terlalu berisiko.

“Menjadi Cawapres Prabowo berisiko. Yang ada, sudah jatuh tertimpa tangga pula karena kalah,” ujar Adi, Kamis (29/3/2018).

Itu karena lawan Prabowo, jika benar dirinya maju di Pilpres 2019, adalah Jokowi. Kita tahu, Jokowi punya elektabilitas tinggi nan menjulang. Maka, jika Anies dampingi Prabowo, dan kelak Prabowo kalah, Anies pun benar-benar tidak akan dapat apa-apa lagi.

Adi pun menyarankan Anies untuk fokus saja bekerja di DKI Jakarta. Soal ingin jadi presiden atau wakil presiden, biarkan itu urusan nanti.

“Sekarang investasi dulu. Kalau sampai Anies buru-buru, bisa layu sebelum berkembang dia. Gubernur kalah, di Pilpres kalah,” pungkas Adi mengingatkan.

___________________

Artikel Terkait: