Jokowi: Dunia Virtual Adalah Kampus, Google Adalah Perpus

Jokowi: Dunia Virtual Adalah Kampus, Google Adalah Perpus
Foto: KSP

Presiden Jokowi menyebut bahwa dunia virtual adalah kampus sementara Google adalah perpustakaannya.

“Saya kira ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita, bisa belajar dari sana. Google adalah perpustakaan kita.”

Adapun Wikipedia dipandang Jokowi sebagai eksiklopedi. Apa pun bisa kita cari di sini. Sedangkan Kindle, menurutnya, adalah buku elektronik yang berisi ragam pelajaran yang ditelusuri dengan mudah.

Hal tersebut Jokowi sampaikan saat memberi sambutan dalam Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) – Kongres Guru Indonesia Tahun 2019 di Britania Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurutnya, perubahan zaman dan teknologi yang begitu cepat dewasa ini menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi. Tujuan pendidikan nasional tidak lagi mencetak siswa yang berpengetahuan, tetapi juga siswa yang berketerampilan, memiliki skill, dan berkarakter.

“Pendidikan kita juga harus mampu memberikan bekal keterampilan, bekal skill, kepada siswa yang sesuai dengan kebutuhan zaman.”

Ketika pembangunan SDM menjadi prioritas paling utama, lanjut Presiden Jokowi, maka peran guru akan makin sentral, makin utama, dan makin strategis.

“Guru harus menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta bangsa.”

Menghadapi perubahan zaman, transformasi pendidikan dan transformasi proses belajar-mengajar harus terus dilakukan. Menurut Jokowi, proses belajar-mengajar harus menggembirakan, baik guru maupun murid, dan dilakukan secara efisien dan mudah.

Oleh sebab itu, ia memandang peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa, mengarahkan belajar siswa karena mereka bisa belajar di mana-mana. Ia berpesan, guru pun dituntut lebih fleksibel, lebih kreatif, lebih menarik, dan lebih menyenangkan siswa.

“Kalau tidak ada yang mengarahkan berbahaya sekali. Sekarang buka apa saja di dalamnya ini ada semuanya. Hati-hati.”

Meski demikian, Presiden Jokowi memandang peran guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau teknologi secanggih apa pun.

Sebagai sebuah profesi mulia, Presiden Jokowi percaya guru memiliki peran tak tergantikan dalam membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, dengan toleransi, dan nilai-nilai kebaikan.

“Gurulah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi, membangun kreativitas serta mengokohkan semangat persatuan dan semangat kesatuan.” [ksp]