Jokowi Terus Godok Bakal Cawapres Biar Tidak Setengah Matang

Jokowi Terus Godok Bakal Cawapres Biar Tidak Setengah Matang
Presiden Jokowi | IST

Nalar PolitikPenentuan sosok bakal cawapres (calon wakil presiden) untuk Jokowi masih berkelok. Sampai hari ini, isu tentangnya masih berputar-putar tidak jelas.

Meski demikian, sebagaimana diakui sendiri oleh Jokowi, sudah ada 5 nama bakal cawapres yang dikantonginya. Hal itu tampak mengerucut setelah timnya melakukan penggodokan dan menyisakan 5 nama dari yang sebelumnya berjumlah 10.

“Namanya digodok, ya sudah mengerucut. Sepuluh mengerucut ke lima,” kata Jokowi di Istana Negara.

Walau sudah menyebut 5 nama, tapi Jokowi tetap belum mau membeberkan secara jelas siapa-siapa saja di antara 5 nama bakal cawapres tersebut. Sebab prosesnya tidak gampang. Perlu pembicaraan khusus dengan sejumlah koalisi partai pendukungnya.

Jokowi sendiri tidak ingin terburu-buru. Masih ada banyak waktu untuk mematangkan semua persiapannya hingga pendaftaran Pilpres 2019 dibuka.

“Kalau digodok belum matang, terus dikeluarkan, itu menjadi setengah matang. Biar matang dulu. Nanti akan kami sampaikan pada saat yang tepat,” tambahnya.

Sebelumnya, isu mengenai bakal cawapres ini terus memanas. Ada yang sebut Jokowi sudah kantongi satu nama kandidat. Ada yang bilang sepuluh nama. Bahkan, ada yang sebut bahwa semuanya tergantung Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Terkait yang terakhir, Jokowi membantah. Ia bantah bahwa pihaknya sementara ini hanya menunggu partai politik opisisi mengumumkan pasangannya untuk Pilpres 2019.

Mbok sabar dulu. Kan paling tinggal seminggu, dua minggu, tiga minggu lagi,.”

Upaya Para Bakal Cawapres

Saat dikonfirmasi, Mahmud MD mengaku tak tahu-menahu soal dirinya masuk jadi bakal cawapres. “Saya nggak tahu. Kan bukan saya yang memasukkan,” ujarnya.

Ia juga tidak memilih untuk berandai-andai bila akhirnya nanti terpilih.

Meski begitu, menguatnya nama Mahfud MD di bursa bakal cawapres mengejutkan banyak pihak. Sebab, selama ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dikenal tidak aktif melakukan lobi-lobi politik. Pun tak pernah ada kabar dirinya turun ke publik untuk melakukan pendekatan.

Hal ini jelas berbeda dengan sosok bakal cawapres lainnya. Sebut, misalnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Mereka, tampak secara serentak, tampil aktif menggalang opini publik.

Di mana-mana, upaya pendukungan untuknya terlihat marak. Mulai dari pemasangan baliho sampai promosi-promosi di media massa dan sosial. Bahkan salah satu di antaranya sudah mengklaim dan mendeklarasi diri sebagai cawapres Jokowi.

___________________

Artikel Terkait: