Kangen

Kangen
©lyricstuff

Saat 17 Agustusan, Pak RW gue gitaran sambil menyenandungkan bait lirik, “kamu di mana dengan siapa… semalam berbuat apa.”

Yang nonton pada ketawa geli. Di mana lucunya, pikir gue. Lalu ada yang nyeletuk, “sudah lagunya jelek, apalagi orangnya.”

Maka gue cari tahulah siapa penyanyi, judul lagu, dan bandnya. Maka ketemulah, di situs Kaskus. Penyanyinya Andhika, judul lagunya “Yolanda”, dan bandnya Kangen band.

Yang bikin gue kaget, di situs Kaskus itu lagi heboh ngebahas (tepatnya sih ngebully) wajah vokalisnya yang menurut mereka kampungan dan jelek banget. Norak dan ndeso kata Tukul.

Dalam hati gue, lha bukannya rata-rata wajah orang Indonesia seperti itu. Memangnya kenapa? Kalau mau membandingkan dengan wajah bule, ya rata-rata orang Indonesia memang terkenal rendah diri dan merasa dirinya jelek.

Terus kenapa kalau Andhika jelek? Emang gak boleh dia jadi penyanyi. Benyamin juga jelek. Chrisye juga jelek. Kok gak kalian bully? Kalau kalian merasa lagu Benyamin atau Chrisye bagus dan enak, lagu Andhika bukannya juga bagus dan enak. Terbukti banyak yang suka. Albumnya meledak.

Tapi suara Benyamin dan Chrisye kan enak, suara Andhika cempreng dan fals. Pokoknya jelek.

Kalau suara Andhika jelek dan fals, suara Iwan Fals emangnya bagus? Jelek juga. Tapi suara fals Iwan jadi gak penting karena dia menyanyikan lagu karyanya sendiri. Makanya dia punya pendengar sendiri. Begitu juga dengan Andhika.

Wah pokoknya hebohlah baca celotehan netijen jadul kaskus waktu itu. Masih pada remaja. Intinya, Andhika gak layak jadi penyanyi karena dia bersuara dan bertampang jelek.

Tapi dasar Andhika orangnya cuek, dia terus aja berkarya dan berkarya di tengah pasang surut masalah keluarga dan narkoba. Yang pasti antara tahun 2006 sampai 2010 adalah puncak kejayaan King of Pop Melayu ini.

Andhika yang dibully sebagai vokalis berwajah buruk, setelah menghasilkan miliaran buat labelnya, karena lagu-lagunya meledak di pasaran, bullian pada dirinya ya jalan terus.

Mereka yang dulu benci (karena band kumpulan orang jelek dan kere kali ya) tapi kemudian suka, malu-malu menjuluki Andhika si “Babang Tamvan”. Tetap menghina tapi dia nikmati aja.

Setelah 15 tahun berlalu, para penghina Andhika mungkin hidupnya masih begitu-begitu aja. Sementara Andhika yang pernah jadi idola berubah jadi legenda yang dikangeni.

Dan grup band yang pernah bubar ini 2022 kumpul lagi dengan formasi lama menerbitkan album baru “Cinta Sampai Mati” dengan tampilan oke.

Tapi antara 2006 sampai 2014, bahkan 2019, kok gue curiga para pembenci Andhika yang sudah tumbuh dewasa itu jangan-jangan juga jadi pembenci Jokowi.

Polanya sama, gak suka dengan pemimpin berwajah “jelek dan planga plongo”. Begitu ejekan mereka. Bahkan ada ustaz yang berani mengejek, “mirip mumi firaun”. Di SumBar yang terkenal gak suka Jokowi menjuluki sebagai pemimpin “indak takah” alias “gak pantes”.

Baca juga:

Tapi seperti halnya Andhika, Jokowi cuek dan terus berkarya membangun negara. Delapan tahun kemudian terlihatlah hasilnya. Jokowi yang dibilang planga plongo itu pelan-pelan terlihat gantengnya dan disukai dunia. Emang betulan bikin orang planga plongo.

Dan mudik tahun ini, para pembenci Jokowi yang pulang kampung lewat Jalur Tengah atau Selatan, juga tol lintas Sumatera pasti bahagia dan nyaman dong bisa pulang lebih cepat dibanding zaman baheula.

Gak usah merasa malulah pulang mudik lewat jalan karya orang yang pernah kalian selalu benci. Juga gak perlu malu sambil menikmati lagu terbaru orang yang pernah kalian bully.

Hati-hati! Jangan sampai salah menyebut judul lagu terbaru Andhika jadi “Cinta Jokowi Sampai Mati”.

Salam mudik.

Selamat sampai di tujuan.

    Ramadhan Syukur
    Latest posts by Ramadhan Syukur (see all)