Karena Disayang, Mereka Diselamatkan dari Reshuffle Kabinet

Karena Disayang, Mereka Diselamatkan dari Reshuffle Kabinet
©Detik

Perjamuan siang di istana sebelum berlangsung reshuffle kabinet menandai sosok siapa yang memperkuat Kabinet Indonesia Maju. Menyangkut siapa yang mengisi dan diganti jajaran kabinet bergantung pada pilihan presiden.

Satu hal yang menyenangkan setelah mereka mendapat peringatan presiden berupa teguran dan marah, yaitu ketika mereka lolos dari reshuffle kabinet.

Ada hari di mana mereka harap-harap cemas dan deg-degan. Ada pula yang sumringah bercampur haru menanti reshuffle kabinet. Bahkan ada yang biasa-biasa saja menghadapinya.

Wajah mereka tidak lagi diterobos oleh ‘tulisan cahaya’ bernama fotografi. Mereka dimainkan dengan realitas baru, dalam kontur dan jarak yang berbeda. Its just beginning, kisah ini baru saja dimulai, begitu kata film.

Mereka ditegur dan dimarahi bertanda sayang. Sudah berapa kali mendapat sorotan terutama yang datang dari warganet. Dari sejumlah menteri, ada paling menonjol menteri koordinator yang dianggap kebangetan sepak terjangnya begitu merangsang.

Berbeda sentuhan dari nomor satu di negeri ini terhadap menteri yang sama sekali belum disentil atau bisa juga dengan gaya lain, tetapi tersasar menjadi daftar reshuffle kabinet seperti peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/6/2022). Hari yang cerah bagi yang mendapatkan jabatan menteri, tetapi tidak bagi yang digantikan.

Hal itu memang bukan sesuatu yang luar biasa. Menjalankan tugas dan fungsi dari para menteri itulah yang dituntut untuk melakukan terobosan baru. Jika bukan kerja-kerja yang luar biasa, memulai di luar kelaziman.

Selintingan suara riuh rendah di luar istana seputar isu reshuffle kabinet bermuatan kepentingan politik sekaligus berbasis kinerja ditanggapi sebagai bagian dari jejaring aspirasi masyarakat. Selebihnya, apakah condong pada kepentingan politik atau kinerja, nanti waktu yang berbicara melalui penilaian bersama.

Sosok presiden ternyata memiliki ‘jurus-jurus pamungkas’ untuk meredakan ketegangan internal. Ditengarai bahwa ada gejala-gejala keretakan koalisi, maka di situlah diperlukan strategi pelenturan. Menghaluskan kekerasan bahasa politik.

Yang jelas, reshuffle kabinet dalam periode kedua presiden Jokowi tidak tanggung-tanggung menjadi pertaruhan sosial dan intelektual, permainan bebas politik dan kredibilitas, antara kenangan dan masa depan yang cemerlang.

Setiap orang ingin dikenang. Demikian pula sosok presiden ingin meletakkan bangsa dan negara melalui produktivitas Kabinet Indonesia Maju. Mesin mimpi adalah mesin tim, yang diharapkan melekat pada seluruh menteri dengan masing-masing tolok ukur dan target kinerjanya.

Prestasi kerja yang ditunggu oleh presiden. Ia bukan pernyataan ini dan itu yang bernada pembenaran atas keadaan yang dihadapi.

Sekecil-kecilnya langkah mereka adalah langkah yang akan ditentukan seberapa maju pikiran, imajinasi, dan kreativitasnya. Kurangnya inovasi bukanlah alasan menjadi pecundang. Arahan presiden untuk melangkah ke mana kaki tim akan diikuti oleh para menteri. Tidak mendengar arahan presiden berarti tanda-tanda berakhirnya riwayat sosok menteri.

Kuasa negara memiliki mata dan telinga untuk mengawasi dan menstabilkan sesuatu. Sisa memilih apakah masih ingin berada dalam jajaran kabinet atau keluar dari lingkaran. Tentu, semuanya melalui keputusan yang terukur dan masuk akal.

Sebelumnya, terdapat sosok menteri diprediksikan akan diganti. Lalu, siapa yang dimaksud dengan menteri yang lolos dari reshuffle kabinet menjelang Pemilu 2024, sekalipun sudah ditegur dan dimarahi oleh presiden?

Dari berita yang beredar, beberapa nama-nama menteri yang terbebas dari reshuffle kabinet. Paling tidak, enam kali reshuffle kabinet, sejak periode pertama hingga periode kedua presiden Jokowi, muncul warna-warni dinamika, ditandai dengan masa pandemi, ancaman krisis dalam negeri, dan krisis global bersama dampak yang ditimbulkannya.

Halaman selanjutnya >>>
    Ermansyah R. Hindi