Karena Penyandang Disabilitas, Romi Gagal Jadi PNS

Karena Penyandang Disabilitas, Romi Gagal Jadi PNS
Foto: Tribun

Salah satu CPNS Solok Selatan, Sumatra Barat, Romi Syofpa Ismael, gagal menjadi Pegawai Negeri Sipil. Meski meraih ranking 1 dalam tes, tetapi statusnya sebagai penyandang disabilitas harus membuat harapannya kandas.

Tentu saja Romi tak terima. Ia memilih mengadukan perkara ini ke Presiden Jokowi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengaduan ini adalah bentuk dirinya memperjuangkan hak sebagai warga negara.

“Sudah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan untuk mengambalikan hak-hak saya sebagai perempuan dan penyandang disabilitas,” kata Romi, Rabu (24/7).

Walau surat sudah dikirim pada Maret lalu, Romi mengaku belum mendapat respons sama sekali. Baik presiden maupun kementerian terkait, keduanya belum terlihat menangani aduannya.

“Saya seorang dokter gigi pengguna kursi roda, mampu bekerja sesuai dengan tupoksi seorang dokter,” tambahnya sebagaimana dilansir detikcom.

“Hak-hak saya dirampas begitu saja. Saya perlu memperjuangkannya,” lanjut Romi.

Ditemani kuasa hukumnya, ia kini tengah menyiapkan berkas gugatan ke PTUN. Salah satu sasarannya adalah menggugat Pemda Kabupaten Solok Selatan lantaran telah menganulir status kelulusannya. Bahkan gugatan secara pidana pun telah ia siapkan.

“Gugatan ke PTUN atau rencana gugatan secara pidana merupakan upaya terakhir. Karena sebelumnya sudah dilakukan pendekatan atau mediasi, surat-menyurat, dan bahkan dialog yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi,” terang kuasa hukum Romi, Wendra Rona.

“Tapi Pemkab Solok Selatan tidak memperhatikan usulan-usulan yang telah disampaikan. Mereka bersikukuh dengan putusan yang telah dibuat dan tidak mau mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan,” pungkas Direktur LBH Padang ini. [de]