Karl Marx Bukanlah Seorang Antagonis

Karl Marx Bukanlah Seorang Antagonis
©Foundation for Economic

Asumsi sebagian orang terhadap Karl Marx memang terkadang melenceng dari kebenaran. Bahkan sampai hari ini masih ada orang yang beranggapan bahwa mempelajari buku-bukunya sama saja ateis, murtad. Bahkan ada yang beranggapan belajar tentangnya sama halnya menjadi komunis.

Jika ditelusuri, orang yang beranggapan buruk terhadap Karl Marx ini sebenarnya mereka tidak begitu paham tentang dirinya. Mereka berasumsi buruk hanya berdalilkan “katanya”, tanpa mau mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Karl Marx seolah menjadi tokoh antagonis bagi mereka yang enggan belajar tentangnya. Semua yang berhubungan dengan dirinya seolah haram untuk dipelajari. Bahkan ada orang yang begitu keras menentang teori pemikiran Marx.

Perlu kita sadari bersama, bahwa semua teori adalah bagian dari pengetahuan. Dan segala macam pengetahuan, itu sama sekali tidak mempunyai agama.

Umat Kristen tidak ada larangan mempelajari kitab suci umat Islam. Begitupun sebaliknya, umat Islam tidak ada larangan mempelajari kitab suci umat Kristen. Mengapa demikian? Karena semua itu bisa menjadi pengetahuan.

Sama seperti halnya Karl Marx. Teori pemikirannya yang memang relevan dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan selama itu tidak bertentangan dengan norma agama. Maka tidak ada salahnya kita mempelajarinya.

Karl Marx adalah seorang yang berjuang menegakkan keadilan. Ia melihat bahwa dalam struktur masyarakat, ada sebuah penindasan terhadap kaum-kaum proletar oleh kaum borjuis. Ia juga melihat bahwa ada ketidak-adilan dalam struktur masyarakat.

Kaum proletar makin susah hidupnya. Mereka dipekerjakan oleh kaum borjuis dengan upah yang tidak setimpal dengan kerja kerasnya. Lahan-lahan kaum proletar digunakan untuk mendirikan alat-alat produksi, kemudian kaum proletar yang menjadi buruhnya.

Baca juga:

Maka dari itu, Karl Marx ingin menghilangkan kelas masyarakat. Tidak perlu ada kelas proletar dan borjuis. Bahwa semua harus adil dalam menikmati hasil jerih payah. Jadi, dia bukanlah seorang antagonis yang perlu ditakuti keberadaannya.

Selain itu, teori pemikiran Karl Marx ini bisa digunakan sebagai pisau analisis terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. Jika sudah memahami betul teorinya, maka akan bisa membaca situasi yang terjadi di sekitarnya. Bahwa banyak sekali penindasan-penindasan yang terjadi di sekitar kita.

Jadi tak perlu takut untuk mempelajari Karl Marx. Ia mendorong agar manusia senantiasa berpikir secara kritis, peka terhadap isu sosial.

Memang Karl Marx pernah mengatakan bahwa agama adalah candu. Dan fatwa ini menuai kontroversi yang luar biasa. Banyak golongan umat beragama menentang keras terhadap fatwanya.

Seharusnya, sebagai seorang yang beragama, mampu untuk merefleksikan apa yang dikatakan oleh Karl Marx. Selama ini, banyak orang yang mendekatkan dirinya kepada Tuhan hanya pada momen-momen tertentu.

Misalnya ketika banyak problem dalam hidupnya. Manusia akan merasa sangat dekat dengan Tuhannya. Namun setelah problem itu hilang atau terselsaikan, manusia sudah tidak merasa dekat lagi dengan Tuhannya.

Ada yang mendekatkan diri kepada Tuhannya hanya pada saat-saat semua keinginannya bisa terpenuhi secara utuh. Namun ketika satu kali saja keinginannya tidak terpenuhi, kemudian menjauhkan dirinya kepada Tuhan. Merasa bahwa segala doa dan usahanya hanya sia-sia.

Dan masih banyak sekali ulasan tentang Marx yang tidak bisa saya tuliskan di sini secara utuh dan lebih spesifik lagi. Intinya, jangan pernah takut untuk berkenalan dengan Marx. Ambil semua yang baik, tinggalkan yang buruk.

Hiraukan mereka yang berasumsi buruk terhadadap Karl Marx. Terlebih kepada mereka yang hanya bisa menjustis tanpa mau mempelajarinya.

Muchammad Mugiono
Latest posts by Muchammad Mugiono (see all)