Kebijakan Ahok, Pedoman untuk Para Pemimpin

Kebijakan Ahok, Pedoman untuk Para Pemimpin
Ahok & Buku 'Kebijakan Ahok'

Nalar Politik – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya menerbitkan buah pikirnya berupa buku. Judulnya sangat pas menggambarkan sosok Ahok sebagai sang pemimpin, pelayan rakyat paling dinanti, yakni Kebijakan Ahok.

Dan siang tadi, Kamis (16/8) sekitar pukul 14.oo WIB, buku ini sudah diluncurkan. Acaranya berlangsung di Gedung Filateli, Jakarta Pusat. Dihadiri sejumlah karibnya, termasuk Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Staf Ahli Ahok, Sakti Budiono, Kebijakan Ahok berisi tulisan-tulisan mengenai kebijakan yang Ahok terapkan selama memimpin DKI Jakarta. Salah satunya, dibeberkan Sakti, adalah soal keputusan Ahok untuk membangun Simpang Susun Semanggi.

“Ini bukan buku politik. Semua tentang kebijakan beliau selama mengabdi di DKI Jakarta. Kalau buku tentang curhatan dia, nanti di buku lain.”

Hingga di Twitter, warganet pun ramai membicarakan buku Ahok ini. Tagar #KebijakanAhok dicuitkan hingga masuk jadi trending topic.

Salah satu warganet, Zulfikar Akbar, menyebut Kebijakan Ahok lebih merupakan buku pedoman untuk para pemimpin, termasuk untuk calon-calon pemimpin masa depan.

“Akhirnya, sebuah buku penting, buah pikir Ahok, berada di tangan: Kebijakan Ahok. (Buku ini) bisa menjadi referensi untuk pemimpin dan calon pemimpin,” tulisnya via akun @zoelfick.

Ia juga mengaku kagum dengan Ahok. Sebab, di saat Ahok berada dalam penjara, di mana penghinaan bertubi-tubi terus tertuju kepadanya, tetapi Ahok tetap mampu berpikir bagaimana bisa berbagi.

“Buku ini menjadi satu kado terindah menjelang 17 Agustus, sekaligus pesan bagaimana agar saat kita mendapatkan perlakuan buruk, kita mesti membalas dengan yang lebih baik.”

Komentar lain tentang Kebijakan Ahok datang dari politikus PSI Mohamad Guntur Romli. Ia mengatakan bahwa buku ini tak hanya berisi soal kebijakan Ahok saja, melainkan pula warisan Ahok saat memimpin DKI Jakarta.

“Buku Kebijakan Ahok tidak hanya berisi tentang policy (kebijakan), tapi juga legacy (warisan) Ahok saat memimpin Jakarta, baik pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusianya.”

Selain itu, lanjut Guntur Romli, buku ini juga memaparkan berapa banyak warisan Ahok, baik sudah dirintis dan dibangun, maupun yang masih dalam tahap perencanaan.

“Kita juga akan tahu, berapa banyak warisan Ahok yang dirintis dan dibangun dari zaman Ahok dan diresmikan oleh Anies Baswedan yang dulu sering ngejek Ahok cuma fokus bangun benda mati, tapi setelah proyek Ahok selesai, dia paling depan meresmikan.”

Hasil Penjualan Kebijakan Ahok Akan Disumbangkan

Dihargai Rp1 juta per bukunya, semua hasil penjualan Kebijakan Ahok akan disumbangkan.

“Ini untuk donasi karena masih banyak masyarakat yang meminta bantuan kepada Ahok,” terang Staf Ahli Ahok yang lain, Ima Mahdiah.

Bahwa mereka yang sampai hari ini masih meminta bantuan kepada Ahok, meski posisinya sudah bukan pemimpin DKI Jakarta lagi, tetap senantiasa akan Ahok bantu. Dan salah satu caranya adalah lewat hasil penjualan buku ini.

“Untuk memenuhi permintaan bantuan masyarakat, salah satunya dengan cara menjual buku ini. Hasilnya nanti didonasikan kepada masyarakat yang meminta tolong itu,” lanjut Ima.

***

Sebelumnya sudah diungkapkan, menjelang kebebasannya, Ahok memang sibuk membuat buku. Tak tanggung-tanggung, ada tiga rencana buku yang akan Ahok rampungkan sebelum benar-benar bebas.

“Buku yang ditulis ada yang berjudul Kebijakan Ahok. Terus berupa diari dia sama buku soal sosial politik,” ujar kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie.

Kesibukan menulis buku-buku itulah membuat Ahok agak betah dalam penjara. Bahwa daripada mengambil kebebasan bersyarat, lebih baik Ahok menyibukkan diri dengan kerja-kerja intelektual.

“Dia banyak kerjaan. Di dalam (penjara), dia nulis. Dia sedang bikin buku dan banyak hal yang lainnya.”

_____________

Baca juga: