Kecanduan Judi Online Hampir Seganas Kecanduan Narkotika

Kecanduan Judi Online Hampir Seganas Kecanduan Narkotika
©Halodoc

Zaman modern sekarang ini, kita sangat dimudahkan segala pekerjaan dan aktivitas apa pun itu. Bahkan, dalam urusan perjudian sangat mudah di akses dengan teknologi yang sangat maju sekarang ini.

Dalam sebuah kasus yang dilansir oleh detik.com, terjadi baru-baru ini seorang mahasiswa menggadaikan motor temannya untuk bermain judi online. Dalam kasus ini, mahasiswa itu, sebut saja dia MH, menggadaikan motor temannya ke seorang yang ia kenal seharga 2 juta, dan hasil gadaiannya ia gunakan bermain judi online dan sebagian uangnya dibelikan pula narkotika jenis sabu.

Dalam kasus MH ini, kita bisa memastikan betapa berbahanya kecanduan judi online sama seperti kecanduan narkotika. Seseorang dapat melakukan apa pun untuk bermain judi online bahkan nekat melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut sejak 2018 hingga 10 Mei 2022 pihaknya telah memutus akses 499.645 konten perjudian di berbagai platform digital. Namun, pemberatasan judi online di Indonesia sangat berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya sudah diputus.

Keseringan kita untuk mendapatkan uang dengan cepat dan mudah tanpa perlu berusaha keras menjadi kebanyakan alasan seseorang ingin bermain judi online. Terlebih lagi seseorang bermain judi online dikarenakan faktor masalah sosial, terlilit utang, akibatnya biaya hidup dan keluraga akan terkuras oleh perjudian.

Bahkan, kecanduan judi online memiliki banyak akibat yang negatif, baik psikologis, fisik, juga sosial. Melihat dari sisi psikologis, orang yang mengalami kecanduan judi online dapat mengalami beberapa hal seperti depresi, tertekan, perasaan putus harapan, tidak berdaya, bahkan mampu mencelakai diri sendiri serta orang lain.

Meskipun kecanduan judi online dan kecanduan narkotika merupakan 2 hal yang berbeda, ada beberapa persamaan yang mencolok antara keduanya. Salah satunya karakteristik kecanduan yang serupa. Baik kecanduan judi online maupun kecanduan narkotika melibatkan dorongan yang kuat untuk terus mengulangi perilaku tertentu meskipun mengetahui konsekuensinya yang merugikan.

Kedua jenis kecanduan ini juga memiliki dampak fisik dan mental yang serupa. Kecanduan judi online dapat menyebabkan:

  • Gangguan tidur karena ingin selalu menang dalam perjudian atau ingin mengalahkan rasa penasaran kita akan kemenangan yang tidak pernah ada.
  • Penurunan berat badan karena selalu menghabiskan waktu untuk bermain judi online.
  • Masalah kesehatan dan mental seperti depresi dan kecemasan, depresi dan kecemasan hadir karena bisa terjadi saat ia mengalami kerugian finansial yang besar atau saat mereka mencoba untuk berhenti dan tidak berhasil.
  • Serta muncul kecanduan lainnya.

Sementara itu, kecanduan narkotika dapat menyebabkan:

  • Memanipulasi perasaan, mood dan perikau karena menurunkan/berpengaruh kerja otak, narkoba bisa mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya.
  • Penyalahgunaan narkotika memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf.
  • Memacu kerja otak berlebihan, narkoba juga dapat memacu kerja otak atau disebut stimulan, sehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, dan hubungan dengan orang lain menjadi akrab.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kecanduan narkotika cenderung memiliki potensi kekuatan daya rusak yang lebih besar dibanding dengan judi online. Narkotika dapat menyebabkan ketergantungan fisik yang kuat dan mengakibatkan gangguan kesehatan yang berpotensi mengancam nyawa.

Di beberapa negara, perjudian online diatur dengan ketat oleh undang-undang yang telah ditetapkan. Indonesia jelas mengatur dan melarang tentang perjudian. Pasal 303 bis turut mengancam para pemain judi dengan pidana penjara 4 tahun dan/atau denda paling banyak 10 juta rupiah. Di samping itu, perjudian yang dilakukan secara online di internet diatur dalam pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.”

Selain negara yang sangat mengatur tentang perjudian bahkan melarang perjudian beredar di negaranya, ada negara yang sangat bebas bahkan melegalkan/mengizinkan masyarakatnya untuk bermain judi dengan batasan tertentu. Sebut saja seperti Macau dan Hongkong, kedua negara ini bahkan disebut sebagai “Las Vegas”-nya Asia. Bahkan, di Eropa pun ada seperti negara Spanyol dan Italia.

Regulasi yang mengatur tentang perjudian dibuat di beberapa negara untuk melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan dan kerugian. Bahkan, pemerintah biasanya memperkenalkan peraturan yang meliputi aspek-aspek seperti legalitas perjudian online, usia minimum untuk berpartisipasi, perlindungan konsumen, pengendalian perjudian yang bertanggung jawab, dan tindakan hukum terhadap pelanggaran.

Halaman selanjutnya >>>
Robby Saputra