Kelas Menulis IPMMY & SC Literasi Malaqbi, Riandy Aryani: Terobosan Positif Ikama Sulbar

Kelas Menulis IPMMY & SC Literasi Malaqbi, Riandy Aryani: Terobosan Positif Ikama Sulbar
Kelas Menulis IPMMY & SC Literasi Malaqbi Ikama Sulbar di Wisma Ammana I Pattolawali, Yogyakarta, Minggu (14/1/2018).

Kelas menulis IPMMY ini diharapkan jadi ajang mahasiswa untuk lebih mengakrabkan diri lagi dengan dunia tulis-menulis. Forum ini penting di tengah krisis melanda eksistensi mereka.

Nalar PolitikKoordinator Kajian Strategis IPMMY, Riandy Aryani, menyampaikan apresiasinya Ikama Sulbar Yogyakarta. Organisasi induk mahasiswa Sulbar di Kota Pendidikan ini telah bergerak ke arah positif. Ini kelak akan jadi sejarah pembangunan manusia Mandar di negeri rantau.

“Ikama Sulbar telah menampilkan gerakannya ke arah yang sangat positif. Itu ditandai dengan hadirnya Study Club (SC) Literasi Malaqbi yang malam hari ini (14/1/2018), bekerja sama dengan Pengurus IPMMY, menggelar kelas menulis. Ini sebuah terobosan baru yang akan dicatat sejarah, yang tentunya patut kita apresiasi bersama,” tutur Riandy Aryani.

Bertempat di Wisma Ammana I Pattolawali, Kelas Menulis IPMMY dan SC Literasi Malaqbi naungan Ikama Sulbar bidang PSDM menghadirkan Randy Virgiawan selaku pembicara. Forum yang dihadiri belasan anggota Ikama Sulbar yang sadar akan minimnya kesadaran mahasiswa atas dunia literasi ini membahas tata bahasa penulisan yang baik dan benar.

Karena itu, hadirnya kelas menulis IPMMY ini diharapkan jadi ajang mahasiswa untuk lebih mengakrabkan diri lagi dengan dunia tulis-menulis. Ia berharap kemampuan dan minat rekan-rekannya dapat terus terwadahi. Dan itu sebabnya ia dan jajaran Pengurus IPMMY yang lain bersemangat untuk ikut menyukseskan gerakan literasi di kalangan mahasiswa Mandar Sulbar.

“Minat dan semangat para peserta sebenarnya relatif tinggi. Tapi, ragam tulisan, ide, dan gagasannya hanya bisa kita temui di media sosial saja dalam bentuk status. Oleh karenanya, forum ini kami hadirkan untuk mewadahi dan mengasah kemampuan mereka agar mampu menelurkan ide dalam bentuk tulisan yang utuh.“

Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga berjanji akan konsisten menjalankan kegiatan kelas menulis yang hari ini sudah dimulai hingga 19 Januari mendatang. Harapannya tidak muluk-muluk. Ia ingin bagaimana ke depan para peserta mampu menghasilkan sebuah karya yang sesuai dengan tertib kepenulisan yang telah dibahas bersama.

“Kelas menulis kali ini akan membawa empat tema besar. Tiap-tiap temanya akan tuntas disampaikan selama empat hari berturut-turut. Di sesi terakhir, akan kita hadirkan juga seorang penulis yang khusus membedah hasil tulisan yang sebelumnya telah diwajibkan bagi tiap peserta.”

Terkait jalinan kerja sama antara IPMMY dengan Ikama Sulbar, Gio turut mengapresiasi. Ia berharap, sinergi keduanya akan mampu menciptakan percepatan terealisasinya masing-masing kegiatan yang telah diformulasikan dalam bentuk program kerja.

“Dengan terobosan positif ini, kita berharap dapat secara bersama-sama antara organisasi provinsi dengan kabupaten untuk mewujudkan program-program yang semula dirancang, terkhusus di bidang tulis-menulis.” (ab)

___________________

Artikel Terkait: