Kembali Meramu

Kembali Meramu
©WordPress

Jangan engkau mati lagi
Oleh rindu rasamu
Yang tak lagi dibawa waktu dan jarak
Untuk rupa yang mati rasa

Tubuh kusut sudah selayaknya diam
Membuka luka-luka tergores kata
Menggetar debarkan tak terbayar tuntas
Di atas mantel merah robekan hasrat
Mandi namun tak basah

Cukup, itu lebih dari bisa
Pematuk hati ranakan kata
Usai sudah senja tua
Tempat panas kembali berkeringat

Ruang mimpi, 3 Agustus 2020

Mekar Lagi

Kata yang mati nadinya
Sudah mendahului tanda untuk berlabuh
Titik tak tampak
Miring tak asing
Namun garis bawah menjadi penting

Sekian kali merangkak
Melepas gelegar lautkan mimpi
Pada pucuk-pucuk ingin
Di pelupuk mata yang tak lagi padam

Merona menyebar sukma
Haluan mimpi lekas usai
Ini nyata Kembali lahir
Mengembang lalu menjadi milikmu

Scalabrinian Nita, 3 Agustus 2020

Harapan Damai

Satu tuntas untuk berada
Bahkan dunia menjadi tertawa
Membatah tuan untuk memiliki
Aku penting, dia luka

Gema seruling hilir mudik
Datang membawa amarah
Tandang sebarkan kasih
Biarkan ini tuntas lebih dini

Taman Tzunami, 2020

Rindu pada-Mu

Adonai…
Jika engkau menjadi laut
Biarkan aku menjadi karangnya
Hingga taka ada kata pisah
Untuk Langkah-Mu yang menjadi jalan pulang kukenali.

Gubuk Doa, 4 Agustus 2020

Latest posts by Alexander Wande Wegha (see all)