Kenapa Petroyuan Menguncangkan Washington?

Dilanjutkan dengan Perang Vietnam, dan perang-perang lain. Ekonomi Amerika membengkak, selalu defisit. Perdagangan defisit itu memang disengaja, karena kalau defisit berarti USD keluar Amerika karena impor Amerika lebih besar dari USD masuk karena ekspor Amerika. USD mengalir keluar.

Bisa dibilang, Amerika mendapat rezeki karena USD dipakai sebagai mata uang transaksi dunia. Dengan demikian dia bisa cetak duit terus. Uang USD yang dipegang oleh negara lain, tidak bisa diklaim ke Amerika untuk diubah jadi emas dengan nilai tukar tetap, atau ke mata uang lain.

Amerika tidak bertanggung jawab menyediakan mata uang lain, atau emas, untuk ditukar dengan USD. Silakan transaksi sendiri di pasar uang atau pasar komoditas. Karena besarnya USD beredar, USD kurang lebih stabil dari permainan forex dunia. Yang gampang terguncang itu mata uang lain.

Dari semua mata uang dunia yang ada, hanya Euro yang mampu punya cukup pangsa selain USD, karena pasar Euro yang besar, transaksi internal EU tinggi.

Karena besarnya ekonomi Cina, jelas Cina punya potensi untuk memperbesar pangsa Yuan.

Dari segi GDP, Amerika, Eropa, dan Cina ada di satu kelompok tiga besar yang jauh lebih besar daripada GDP entity ekonomi lain dunia. GDP Cina saat ini 73% dari US (nominal), dan 118% dari US (PPP). Jadi keduanya kira-kira setara.

Walaupun dari segi GDP Cina tidak berbeda banyak dari US, dari segi pangsa mata uang, Cina jelas sangat kecil dibanding US. Karena punya potensi, jika pangsa Yuan kemudian lebih besar, jelas itu akan mengambil dari pangsa USD.

US tidak khawatir banget dengan ancaman Yuan selama ini, karena Cina mengontrol mata uangnya secara ketat. Cina kendalikan mata uangnya ketat, karena ingin stabilitas, dan tidak ingin Yuan menjadi bahan permainan spekulan dunia yang menggoyangkan stabilitas ekonomi Cina.

Baca juga:

Bagi Cina gitu, karena besarnya perdagangan internasional Cina, gimana kalau sebagian transaksi dengan Cina dilakukan dalam Yuan? Cina membeli produk negara lain dalam Yuan, negara itu bisa menggunakan Yuan membeli produk Cina.

Dengan cara ini, Yuan tidak perlu dikonversi bolak-balik ke USD, dan kestabilan Yuan tetap terjaga walau dipakai di offshore (luar Cina). Tujuan Cina, meningkatkan penggunaan Yuan offshore tanpa menganggu kestabilan.

Tentunya sudah ada transaksi dengan Yuan dengan banyak negara di dunia, tetapi nilainya kecil. Selama nilainya kecil, Amerika santai-santai saja. Gak apa-apa, cuma seperti kucing kecil, gak berpengaruh pada USD yang sudah sebesar macan.

Tetapi angin sepoi-sepoi Yuan internasional ini akan berubah, jika Saudi menerima pembayaran minyaknya dalam Yuan, karena nilainya besar. Dan jika Saudi sudah lakukan, maka negara-negara eksportir minyak lain akan lakukan. Rusia sudah siap lakukan. Ini akan membuat offshore Yuan melejit.

Jika Yuan di luar Cina melejit jumlahnya, negara-negara akan mulai merasa enak untuk saling bertransaksi dengan Yuan. Itu bahaya bagi Amerika, berarti pangsa USD turun. Jika permintaan USD turun, Amerika tidak bisa cetak duit banyak, tidak lagi menikmati defisit perdagangan tinggi.

Jika situasi ini tak terkendalikan, bisa-bisa ada negara yang tidak mau terima USD sebagai alat pembayaran. Yang jual minyak lebih mau terima Yuan. Apa jadinya jika Amerika HARUS membeli Yuan untuk bisa membeli minyak?

Harus punya cadangan devisa?

Amerika adalah negara yang tidak merasa perlu cadangan devisa. Untuk apa simpan mata uang asing? Kalau mau beli barang, tinggal cetak duit USD lebih banyak. Gak kayak Indonesia, misalnya, setengah mati mencoba meningkatkan ekspor untuk mendapatkan devisa untuk membiayai impor.

Halaman selanjutnya >>>
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)