Kepentingan Pekerja Terakomodasi dalam UU Cipta Kerja

Kepentingan Pekerja Terakomodasi dalam UU Cipta Kerja
©detikNews

Nalar Politik – Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja hadir untuk mengakomodasi kepentingan pekerja. Segala permasalahan ketenagakerjaan yang selama ini menghantui berusaha dipecahkan.

Seperti kata pakar hukum Junimart Girsang, itulah alasan kenapa UU Cipta Kerja dikebut penyelesaiannya. Karena memang urgensinya sangat mendesak dan harus jadi prioritas.

“Dengan ekonomi yang memburuk di seluruh dunia, kemampuan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dan melahirkan lapangan kerja jelas sangat terbatas,” beber Junirmat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/11).

Ia kemudian mencontohkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020. Tercatat bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 juta orang. Jumlah ini meningkat sekitar 3,1 juta orang akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

“Jadi ada hampir 10 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap,” terang anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Tak berhenti di situ, angka pengangguran diprediksi akan kembali meningkat pada 2021. Hal ini mengingat penambahan angkatan kerja setiap tahun sekitar 2,2 juta orang.

Maka, demi kepentingan pekerja, harus ada terobosan luar biasa untuk menekannya.

“Di tengah lonjakan angka pengangguran, ditambah pertumbuhan ekonomi yang melemah dan ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19, dibutuhkan terobosan dan strategi yang tidak biasa.”

Sebab, lanjut Junimart, pembiaran angka pengangguran akan mendorong kenaikan angka kriminalitas. Potensi terjadinya konflik hingga disintegrasi bangsa pun akan melonjak.

“Dalam konteks pemecahan masalah bangsa itulah UU Cipta Kerja dihadirkan. Sesuai namanya, UU ini sengaja diusulkan pemerintah dan akhirnya disetujui Paripurna DPR pada 5 Oktober 2020, adalah untuk menciptakan banyak lapangan kerja.”

Dengan UU Cipta Kerja, tambah Junimart, cara yang pemerintah tempuh adalah memudahkan segala perangkat aturan investasi dan bisnis. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi, baik oleh pemilik modal di luar negeri maupun mendukung ekspansi pada pelaku usaha lokal.

“Dalam situasi seperti ini, jutaan rakyat butuh pekerjaan, butuh makan dan butuh harapan. UU Cipta Kerja menjadi harapan tentang kepastian masa depan dan aturan yang menjamin bahwa bangsa dan negara ini berdaulat.” [de]