Kepuasan Publik atas Kinerja Presiden dan Pemerintah Menurun dalam 3 Bulan Terakhir

Deni menjelaskan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik ini konsisten dengan perkembangan tingkat infeksi Covid 19 yang mengalami peningkatan.

Pada Desember 2021, menurut data Worldometers, jumlah konfirmasi harian Covid 19 di Indonesia sudah sangat rendah, mendekati nol kasus per hari. Tapi sejak Februari dan Maret 2022, angka kasus harian mengalami lonjakan sampai 60 ribu kasus per hari.

Penilaian negatif warga pada kinerja pemerintah dalam menangani harga sembilan bahan pokok (sembako) juga meningkat tajam.

Deni Irvani menunjukkan bahwa ada 41 persen publik yang menilai kinerja pemerintahan Jokowi dalam membuat harga kebutuhan pokok terjangka makin buruk.

“Penilaian negatif ini mengalami lonjakan yang sangat tajam dari survei Desember 2021, yakni sekitar 27 persen. Sementara yang menilai sebaliknya (positif) mengalami penurunan dari 29 persen (Desember 2021) menjadi 23 persen (Maret 2022),” papar Deni.

Deni melanjutkan bahwa dari pelbagai persoalan yang ditanggulangi pemerintah, penilaian positif paling rendah pada penanggulangan harga kebutuhan pokok (23 persen). Sementara penilaian positif terbesar warga ada pada penyediaan pelayanan kesehatan (56 persen).

Survei ini dilakukan pada 1220 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1027 atau 84%. Sebanyak 1027 responden ini yang dianalisis.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka pada 13 – 20 Maret 2022.

Baca juga: