Kerasukan Tuhan

Kerasukan Tuhan
Ilustrasi: pbs.twimg.com

Orang-orang yang kerasukan Tuhan punya perilaku agak mirip dengan orang-orang yang kerasukan setan: suka teriak-teriak, kadang kalau dirasa kurang keras mereka menggunakan pengeras suara.

Nalar Warga – Waktu kecil, saya kerap menjumpai fenomena orang yang kerasukan setan. Peristiwa ini umumnya menimpa anak kecil dan kaum perempuan.

Orang yang kerasukan setan biasanya berteriak-teriak, meronta, dan melontarkan kata-kata yang kurang dimengerti. Biasanya, seorang dukun atau “orang pintar” dipanggil untuk mengusir setan dari tubuh orang yang kerasukan setan itu.

Meskipun agresif, orang yang kerasukan setan umumnya tidak berbahaya. Mereka akan lunglai begitu diatasi oleh sang dukun. Setelah beberapa jam, biasanya, semuanya kembali normal.

Sekarang, saya sudah tidak lagi menjumpai fenomena orang kerasukan setan. Hampir tidak ada lagi cerita orang kerasukan setan di tempat saya tinggal. Entah pada ke mana setan-setan itu.

Yang banyak saya jumpai kini adalah orang-orang yang kerasukan Tuhan. Bukan hanya di sekitar saya tinggal, fenomena ini mewabah ke mana-mana, hampir di setiap sudut negeri ini saya menjumpai fenomena kerasukan tersebut.

Yang menarik, orang-orang yang kerasukan Tuhan punya perilaku agak mirip dengan orang-orang yang kerasukan setan: suka teriak-teriak, kadang kalau dirasa kurang keras mereka menggunakan pengeras suara. Mereka juga agresif dan kerap mengumbar kata-kata yang kurang bisa dimengerti.

Berbeda dengan orang yang kerasukan setan, agresivitas orang yang kerasukan Tuhan sungguh berbahaya. Pada kondisi yang parah, para pengidap Tuhan ini bisa mencelakakan orang lain. Mereka bisa membunuh orang lewat bom bunuh diri, menyerang orang yang dianggap berbeda, serta menyebarluaskan kebencian.

Orang-orang yang kerasukan Tuhan menghalalkan segala cara, termasuk memecah-belah persatuan, menebar fitnah, serta menggunakan isu SARA yang berbahaya. Mereka tak peduli pemimpin yang mereka usung apakah berkualitas atau tidak. Yang penting sama dengan mereka dalam soal kerasukan.

Jadi, camkan sodara-sodara, kerasukan Tuhan jauh lebih berbahaya daripada kerasukan setan.

*Luthfi Assyaukanie

___________________

Artikel Terkait: