Kesantunan Politik, dari Teks ke Panggilan

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan atau hanya hanya gambaran umum dari kondisi negeri ini terlalu penuh bagi ingatan kolektif. Indonesia dengan ingatan orang-orang perlu mengenal batas-batas, mana yang terlalu kosong dan mana terlalu penuh.

Tetapi, masih lebih penting dari pertemuan itu apa yang sedang terjadi dan bagaimana cara paling efektif dan berbeda untuk memecahkan permasalahan. Garis yang telah dinamai akan kita lalui, tetapi belum bergema.

Aktivis ‘98 yakin, waktu tidak berjalan mundur, waktu tidak melulu bergerak secara linear. Ada garis yang terbentang setelah terbentuk garis yang melingkar. Suatu garis yang menikung-nikung dari belakang ke depan atau dari samping kiri membelok ke bawah. Garis itu mesti ditarik ke depan. Garis itu melintang ke arah masa depan paling dekat, yaitu paling dekat dengan kemendesakan untuk merampungkan yang belum selesai.

***

Apa itu kesantunan politik? Hemat penulis, kesantunan politik adalah proses pembentukan seni politik yang disertai dengan bujukan tanpa melupakan ketelitian dan kecermatan. Kesantunan politik tidak berarti larut dalam ketidakhadiran ujaran dan tulisan bersifat korektif atau mengabaikan suara kritis.

Berhubung dengan pertemuan antara dua belah pihak diharapkan saling memahami betapa pentingnya data perkembangan di bidang perekonomian di negeri ini.

Taruhlah, misalnya, kita bisa melihat seberapa besar kaitan antara kinerja Presiden dengan faktor ekonomi. Tengoklah data hasil survei yang dirilis oleh lembaga Indopol (24 Juli-1 Juli 2022)!

Jika kita melihat data tersebut, maka publik menilai faktor ekonomi sebagai biang menurunnya kepuasan atas kinerja pemerintah, khususnya satu tahun terakhir. Tercatat, penurunan tingkat kepuasan sebesar 6,51 persen, dari 72,93 persen di Januari ke  66,42 persen di Juni 2022.

Kenaikan harga barang pokok sebesar 48,38 persen, pengangguran akibat pandemi hingga menanjaknya harga BBM masing-masing 19,98 persen dan 11,34 persen. Kenaikan harga kebutuhan pokok alias inflasi dan pengangguran merupakan bagian dari variabel ekonomi makro.

Baca juga:

Masih lanjut, penilaian publik atas kinerja pemerintah yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas meningkat 4 persen. Angka tidak puas dan sangat tidak puas sebesar 28,78 persen di Juni, meningkat dibandingkan Januari 2022 sebesar 24,23 persen dari total jumlah tidak puas dan sangat tidak puas. (detik, 15/7/2022)

Kita juga perlu memeriksa logika yang naif dan absurd masih terngiang-ngiang di telinga: “Tidak semua orang harus dipuaskan dengan kinerja pemerintahan.” Apa yang ingin dikatakan oleh aktivis ‘98 merupakan bagian dari kesantunan politik.

Kita tidak mendengar langsung apa ‘bagian dalam’ pembicaraan antara aktivis ’98 seperti Adian Napitupulu, Mustar Bona Ventura, Fendy Mugni, dan Musyafaur Rahman dengan Presiden Jokowi. Tetapi, kita percaya, tidak ada rahasia antara kedua belah pihak dalam membahas kondisi perekonomian dan agraria.

Kita tidak pernah meletakkan telinga di ruang kosong saat orang-orang penting di negeri berbicara tentang aktivis ’98, yang memanfaatkan kesantunan politik di tengah kondisi yang bisa kita saksikan sendiri.

Berkat jepretan kamera atau perbincangan melalui media sosial secara terbuka bisa kita lihat dan dengar tentang peristiwa apa yang berkembang di dunia luar. Sah adanya ketika aktivis ‘98 turut mengamini sambil memberi catatan terhadap Presiden Jokowi sebagai wujud kepedulian anak bangsa.

Kata lain, aktivis ‘98 dengan kesantunan politik yang ada dengan cara yang berbeda tidak menutup mata dan telinga terhadap kondisi kehidupan bangsa dan negara.

***

Tahun 2019, Presiden Jokowi menyatakan siap untuk dikoreksi bilamana roda pemerintahan berjalan tidak sesuai dengan amanah rakyat.

Waktu itu, Presiden Jokowi mengajak aktivis ‘98 supaya lebih cermat dan analitis kritis. Mereka diharapkan mampu mengevaluasi dan mengoreksi kinerja pemerintahan agar sejalan dengan amanah reformasi. (tempo, 16/6/2019)

Halaman selanjutnya >>>
Ermansyah R. Hindi