Kilas Balik Perjuangan GTT-PTT

Saat itulah ada kesepatan secara tertulis, dan kedua belah pihak menandatangani yang inti poinnya akan membayarkan gaji GTT-PTT sebanyak 930, serta ia mengimbau kepada seluruh GTT-PTT untuk menyetorkan Nomor Rekening masing-masing.

Kesepakatan di atas bukan ujung perjuangan GTT-PTT untuk merebut haknya. Sebab di kemudian hari ternyata kesepakatan tersebut tak mereka tepati lagi.

Aliansi ini kembali mendatangi Gedung DPRD, namun tak lagi berunjuk rasa, di sana mereka menemui komisi terkait bersama salah satu unsur pimpinan DPRD.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Rantau

Berawal dari mahasiswa Jogja yang tergabung dalam IKAMA SULBAR Yogyakarta, kemudian mengajak beberapa Organda (Organisasi Mahasiswa Daerah) untuk membentuk satu aliansi dan membawa persoalan ini ke pusat. Aliansi itu terbentuk dan mereka namakan Aliansi Mahasiswa Sulbar se-Jawa, akhirnya memantapkan konsolidasi dan berangkat ke Jakarta.

Di sana, Aliansi tersebut menyambangi beberapa lembaga Negara. Di antaranya DPR-RI dan KOMNAS HAM. Semua dilakukan dengan audiensi, mengingat jumlah mereka tak memungkinkan untuk melangsungkan aksi.

Hasil yang mereka raih sesuai tuntutan dalam audiensinya. KOMNAS HAM siap memfasilitasi jika di kemudian hari persoalan ini tak terselesaikan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Begitu pula dengan DPR-RI akan melayangkan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri untuk menuntaskan persoalan di Sulawesi Barat.

Lahirnya Forum GTT-PTT

Dari sekian banyak proses bersama di antara mereka, mulai dari konsolidasi dan aksi menjadi titik keharusan satu organisasi mesti berdiri, seperti cipayung, juga untuk mengorganisir dan melawan kezaliman.

Dari sekian banyak ilustrasi di atas, hingga saat ini menyoal hak mereka belum menuai kejelasan. Namun semangat itu masih mereka pegang. Justru karena adanya masalah ini, GTT-PTT makin memantapkan diri dengan mendirikan organisasi GTT-PTT di bawah pimpinan langsung Asraruddin.

Hemat penulis, organisasi tersebut adalah fakta monumental yang menggambarkan sejarah kelam dunia pendidikan di Sulawesi Barat yang akan terus kita ingat. Memang mengorganisir GTT-PTT adalah salah satu solusi jika ada kejadian yang serupa kembali terjadi, melalui organisasi itulah pendidik menyuarakannya.

Maka tak tepat jika organisasi itu dinilai sebagai tandingan PGRI yang adem ayem itu! LAWAN!

Baca juga:
Hairil Amri
Latest posts by Hairil Amri (see all)